Menu ✖

Dark Mode
Wujudkan Pendidikan Inklusif, Gubernur Khofifah Sabet Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026 Gubernur Khofifah Gelar Baksos dan Kucurkan Bansos Rp19,631 Miliar di Kraksaan Probolinggo Bersama Tokoh Dunia, Gubernur Khofifah Anugerahi Fatima Al-Fihriya Award 2026 di Surabaya Gubernur Khofifah: Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,83 Persen Harus Dirasakan Seluruh Lapisan Masyarakat Majalah Prasetya Bawa Biro Adpim Jatim Raih Gold Winner InMA SPS Awards 2026 di Samarinda Kirim 505 Sekolah Terbanyak, Jatim Disabet Penghargaan ImagiNation 2026 dan Dipuji Gubernur Khofifah

Pendidikan

Wamenkomdigi Minta Mahasiswa Bersiap Kuasai Teknologi AI

badge-check


Wamenkomdigi Minta Mahasiswa Bersiap Kuasai Teknologi AI Perbesar

Mahasiswa diminta untuk bersiap mempelajari dan menguasai teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) agar tidak sekadar menjadi penonton dalam transformasi digital global. Sebab, AI akan menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.

“Kita harus bersiap dengan satu masa di mana AI ini datang. Dan ini tidak lama lagi. Semuanya serba AI. Nantinya semuanya akan AI pada waktunya,” ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, dalam Kuliah Umum Transformasi Digital Indonesi: Peluang dan Tantangan di Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat, seperti dilansir pada Sabtu (19/4/2025).

Nezar menjelaskan, di sektor komunikasi, keberadaaan teknologi digital menjadikan proses komunikasi dan mediatisasi berlangsung secara mendalam.

Bahkan, saat ini Masyarakat tidak terlepas dari perangkat teknologi dan aplikasi digital, termasuk pemanfaatan teknologi AI dalam setiap aspek keseharian.

“Existing AI sekarang sudah banyak dipakai. Kita cukup beri dia perintah. Dari yang namanya AI itu sudah mendekati manusia. Penting sekali untuk skill digital di dunia digital ini. Anda bisa belajar komunikasi, Anda bisa belajar ilmu apapun,” jelasnya.

Menurut Nezar, potensi ekonomi digital Indonesia bisa mencapai Rp5.000 triliun pada 2030, dengan perkiraan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) diproyeksikan mencapai 40 persen.

Teknologi AI sendiri diperkirakan mampu meningkatkan produktivitas mencapai 3,5 persen.

“Pemerintah sudah mengantisipasi perkembangan di dunia yang bergerak begitu cepat. Pak Presiden Prabowo memberikan perhatian yang cukup besar untuk pembangunan yang namanya infrastruktur digital ini,” tutur dia.

Lebih lanjut Nezar mengatakan, saat ini, Indonesia sudah terkoneksi dengan jaringan telekomunikasi dengan penetrasi internet sudah mencapai 80 persen dari total populasi.

Untuk itu, lembaga pendidikan bisa mendukung pemanfaatan teknologi AI dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

“Kampus itu harus ikut berperan serta dalam pengembangan SDM-nya tidak hanya menunggu tapi harus juga jemput bola. Sehingga kita tidak tertinggal, kita tidak hanya menjadi user kita tidak hanya menjadi pengguna tapi kita justru akan menjadi leading,” tandas Wamenkomdigi.

Baca Lainnya

Wujudkan Pendidikan Inklusif, Gubernur Khofifah Sabet Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026

8 November 2026 - 10:11 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Baksos dan Kucurkan Bansos Rp19,631 Miliar di Kraksaan Probolinggo

8 November 2026 - 05:32 WIB

Bersama Tokoh Dunia, Gubernur Khofifah Anugerahi Fatima Al-Fihriya Award 2026 di Surabaya

7 November 2026 - 11:24 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya