Menu ✖

Dark Mode
Peringati Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Kesehatan Guru dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Gubernur Khofifah Tegaskan Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan, 50.000 Murid Afirmasi se-Jatim Terima Dukungan Biaya 810 Kali Khatam Al-Qur’an Warnai Doa Bersama Hari Jadi ke-81 Jatim, Khofifah Serahkan Santunan dan Undian Paket Umrah Ayo Numpak Trans Jatim Rek! Gubernur Khofifah Hadirkan Layanan Gratis pada 12 Oktober 2026 Gubernur Khofifah Perkuat Pelestarian Turats, Sekitar 400 Kitab Ulama Nusantara Berhasil Diidentifikasi Lantik PW IKA UNAIR Kaltim, Khofifah Tekankan Optimalisasi Aset dan Potensi Daerah sebagai Sumber Pendapatan Baru

Daerah

Sekdaprov Adhy Dorong Jasa Konstruksi Jatim Jadi Tuan Rumah Di Wilayahnya Sendiri

badge-check


Sekdaprov Adhy Dorong Jasa Konstruksi Jatim Jadi Tuan Rumah Di Wilayahnya Sendiri Perbesar

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mendorong penuh upaya penguatan Sumber Daya Jasa Konstruksi di Jawa Timur agar bisa bersaing dan menjadi tuan rumah di wilayahnya sendiri. 

Ia meyakini, fakta bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi Jawa Timur yang menduduki nomor dua nasional akan mampu mendorong pengusaha Jasa Konstruksi lokal bersaing dengan jasa konstruksi dari luar daerah hingga asing. 

“Kami ingin apapun yang bentuk dari investasinya, luar maupun dalam daerah terus bisa dirasakan dan dinikmati oleh teman teman jasa konstruksi yang ada di Jawa Timur,” ungkap Sekdaprov Adhy saat menghadiri Halal Bihalal dan Sarasehan Jasa Konstruksi bersama DPP Inkindo Jatim di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama pada Rabu (23/4). 

Dari sisi nilai investasi dan jumlah perusahaan baru didirikan, Jawa Timur dinilai sangat menjanjikan. Namun yang menjadi permasalahan adalah terkait keberseiringan antara kenaikan jumlah investasi dengan jumlah proyek yang diterima oleh jasa konstruksi lokal.

“Tapi PR nya adalah apakah kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Oleh sebab itu perlu ada forum khusus untuk membedah tantangan, kendala dan kemampuan yang ada di Jawa Timur,” tegas Adhy Karyono.

Penguatan Sumber Daya disebut Adhy Karyono juga sangat penting, utamanya di tengah kondisi efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat hingga daerah. Hal ini mengingat pemerintah memiliki peran sebagai _Government Spending_ yang menjadi projek utama bagi berbagai jasa konstruksi di Jawa Timur. 

“Memang ada stuck dari sisi pemerintah sebagai government spending yang memang sedang melakukan efisiensi. Tetapi prinsipnya di Jawa Timur kita berusaha untuk menutup semua itu dari anggaran-anggaran yang sifatnya suporting menjadi belanja modal atau belanja bantuan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, seyogyanya alokasi atau budget spending untuk infrastruktur adalah 40 % dari anggaran total pemerintah. Kemudian ada kebutuhan lain seperti alokasi dana pendidikan dan kesehatan serta ditambah dengan program-program prioritas nasional, maka saat ini tengah dilakukan berbagai upaya untuk menjaga  performa Pemprov Jatim. 

“Semoga ini hanya persoalan waktu saja. Dan untuk project project yang besar tetap berjalan,” katanya.

Oleh karena itu, ia secara khusus menyambut baik atas terselenggaranya forum sarasehan yang dihadiri pengusaha jasa konstruksi dari seluruh Jatim ini. Ini menunjukkan kekuatan, kebersamaan kesatuan dari para pengusaha di lingkungan jasa konstruksi yang memang sangat dibutuhkan bagi Jawa Timur untuk membangun infrastruktur yang berkualitas dan berkesinambungan. 

“Kita ingin bisa bersaing dengan provinsi lain karena ini sudah terbuka bahkan juga internasional. Ini perlu evaluasi, sehingga peningkatan kita sejalan dengan perkembangan yang terjadi,” pungkasnya.

 

Baca Lainnya

Peringati Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Kesehatan Guru dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

11 October 2026 - 12:09 WIB

Pasar Murah Jadi Ruang Belanja Hemat Sekaligus Promosi Produk Lokal, Gubernur Khofifah Dorong UMKM Terus Tumbuh

7 October 2026 - 06:36 WIB

Semarak Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Bagikan Bantuan Pangan dan Hadiah di Mojokerto-Blitar

6 October 2026 - 01:37 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis