Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ajak Calon ASN Bangun Kepemimpinan yang Inovatif, Adaptif, dan Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat Gubernur Khofifah Sebut Kepemimpinan Tidak Cukup Administratif, tetapi Harus Mampu Menginspirasi dan Membangun Kesadaran Masyarakat Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Proyek Investasi Siap Tawar dan Iklim Usaha Kondusif untuk Menarik Investor ke Jawa Timur Dukung Pendataan Door to Door BPS, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 Inovasi E-Asesmen Berbasis STEAM Dorong Penguatan Multiliterasi Siswa di SMPN Ngusikan Jombang Buka Rakerprov KONI Jatim, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Pembinaan, Sport Science, Tata Kelola dan Jejaring Olahraga

Ekonomi & Bisnis

Sebanyak 1.200 Ton Jagung Dikirim ke Malaysia, Presiden Dorong Ekspansi Pangan

badge-check


Sebanyak 1.200 Ton Jagung Dikirim ke Malaysia, Presiden Dorong Ekspansi Pangan Perbesar

Bengkayang – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melepas keberangkatan ekspor perdana komoditas jagung sebanyak 1.200 ton dari Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, ke Kuching, Malaysia, pada Kamis (5/6/2025).

Momentum ini menandai tonggak penting dalam transformasi pertanian nasional menuju kemandirian pangan dan perluasan pasar internasional.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian ini dan menekankan pentingnya penguatan koperasi desa sebagai tulang punggung rantai produksi pangan yang berkelanjutan.

“Saya juga dapat laporan bahwa hari ini kita akan lepas ekspor perdana kita ke negeri tetangga, bagus itu. Dan ini ke depan akan menjadi momentum untuk memperkuat jaringan koperasi desa. Kita akan gelar 80 ribu koperasi desa di seluruh Indonesia. Ini akan saling memperkuat, membuka rantai produksi dan suplai baru,” ujar Presiden Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan groundbreaking serentak pembangunan 18 gudang Polri di 12 provinsi, serta peresmian Gudang Dryer Jagung milik PT Pangan Merah Putih di lokasi yang sama.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh inisiatif ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, menyediakan pangan yang terjangkau, dan memastikan kecukupan nutrisi bagi seluruh masyarakat.

“Harga pangan harus terjangkau oleh rakyat. Nilai tukar petani dan nelayan harus naik. Rakyat kita semua harus makan dengan baik, dengan protein yang cukup. Insyaallah cita-cita kita akan tercapai: masyarakat yang adil dan makmur, gemah ripah loh jinawi,” ungkap Presiden.

Dalam keterangan terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa ekspor kali ini merupakan bagian dari total permintaan Malaysia sebesar 240 ribu ton per tahun, dengan permintaan awal sebesar 20 ribu ton per bulan.

“Pelepasan hari ini dilakukan secara bertahap. Untuk bulan ini totalnya sekitar 48–50 ribu ton. Dari Kalimantan Barat kita lepas 1.200 ton, NTB 20 ribu ton, dan dari Gorontalo 27 ribu ton,” ujar Menteri Pertanian.

Ia menambahkan bahwa pelepasan ekspor dari Kabupaten Bengkayang merupakan yang pertama dalam sejarah di wilayah tersebut, dan menjadi bukti keberhasilan kerja sama lintas sektor di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Ini buah dari kerja kolaborasi atas gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia. Stok pangan kita aman, bahkan tertinggi dalam 50 tahun terakhir. Kita bermimpi dan Insyaallah akan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” kata Menteri Amran. (BPMI Setpres)

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Proyek Investasi Siap Tawar dan Iklim Usaha Kondusif untuk Menarik Investor ke Jawa Timur

25 June 2026 - 11:35 WIB

Dukung Pendataan Door to Door BPS, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif dalam Sensus Ekonomi 2026

25 June 2026 - 02:00 WIB

Jawa Timur Sumbang 51 Persen Produksi Gula Nasional, Gubernur Khofifah Pimpin Gerakan Panen dan Tanam Tebu Serentak di Tujuh Kabupaten

18 June 2026 - 08:17 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis