Menu ✖

Dark Mode
Wujudkan Pendidikan Inklusif, Gubernur Khofifah Sabet Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026 Gubernur Khofifah Gelar Baksos dan Kucurkan Bansos Rp19,631 Miliar di Kraksaan Probolinggo Bersama Tokoh Dunia, Gubernur Khofifah Anugerahi Fatima Al-Fihriya Award 2026 di Surabaya Gubernur Khofifah: Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,83 Persen Harus Dirasakan Seluruh Lapisan Masyarakat Majalah Prasetya Bawa Biro Adpim Jatim Raih Gold Winner InMA SPS Awards 2026 di Samarinda Kirim 505 Sekolah Terbanyak, Jatim Disabet Penghargaan ImagiNation 2026 dan Dipuji Gubernur Khofifah

Ekonomi & Bisnis

Pembiayaan Infrastruktur Butuh Kolaborasi Multipihak

badge-check


Pembiayaan Infrastruktur Butuh Kolaborasi Multipihak Perbesar

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan keterbatasan fiskal pemerintah menjadi alasan bahwa pendanaan sektor swasta sebagai strategi yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur.

“Indonesia adalah negara kepulauan dengan keberagaman kondisi geografi dan ekonomi. Kita memiliki kebutuhan mendesak untuk memperluas konektivitas dan juga memastikan akses adil terhadap layanan infrastruktur dasar,” kata Menkeu dalam ajang International Conference of Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Kamis (12/6/2025).

Menkeu menambahkan, pembiayaan tentunya menjadi permasalahan penting karena investasi infrastruktur dari periode 2025-2029 membutuhkan 625,37 miliar dolar AS.

“Pemerintah hanya bisa membiayai 40 persen diantaranya. Karena itu kita menghadapi gap pembiayaan,” ujar Menkeu.

Menkeu menyatakan, kita membutuhkan keikutsertaan sektor swasta dan dukungan dari banyak mitra serta tuntutan untuk penciptaan mekanisme pendanaan kreatif dalam memenubi pendanaan infrastruktur.

Kolaborasi multipihak sangat dibutuhkan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur nasional. Pemerintah pun mendorong kolaborasi kuat antara dunia usaha, dan calon investor dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harirmurti Yudhoyono (AHY) saat membuka International Conference of Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Rabu (11/6/2025).

Menurut AHY, pembangunan infrastruktur yang terintegrasi akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Oleh karena itu, kehadiran para calon investor dalam forum ini menjadi momentum penting untuk menjalin kemitraan strategis antara sektor publik dan swasta, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha, termasuk dari luar negeri, sangat diperlukan. Banyak calon investor yang menunjukkan minat untuk turut serta membangun infrastruktur di Indonesia,” ujar AHY.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah: Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,83 Persen Harus Dirasakan Seluruh Lapisan Masyarakat

7 November 2026 - 03:06 WIB

Gubernur Khofifah Sediakan Pangan Murah di Desa Jatiadi demi Jaga Daya Beli Warga

5 November 2026 - 11:42 WIB

Hasil Misi Dagang Makassar Rp5,693 Triliun, Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Tumbuh Bersama

5 November 2026 - 01:50 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis