Menu

Dark Mode
Pengabdian ASN Diperkuat dengan Inovasi, Gubernur Khofifah Dorong SIKAP dan Pengelolaan Sampah Jadi Praktik Baik Gubernur Khofifah Undang Anak-Anak yang Hormat Bendera dari Luar Grahadi, Teguhkan Semangat Nasionalisme Generasi Muda Usai Tuntaskan Tugas HUT ke-81 RI, Gubernur Khofifah Ajak Paskibraka Jatim Jadikan Pengalaman sebagai Bekal Kepemimpinan Gubernur Khofifah: Nasionalisme dan Persatuan Masyarakat Jatim Jadi Modal Kuat Wujudkan Indonesia Berdaulat HUT ke-81 RI di Grahadi, Gubernur Khofifah Ajak Jawa Timur Perkuat Kontribusi bagi Kedaulatan dan Kemajuan Indonesia Jawa Timur Bergerak untuk NTT, Gubernur Khofifah Kerahkan Tim SAR dan Tenaga Kesehatan serta Siapkan Bantuan Logistik

Ekonomi & Bisnis

Pembiayaan Infrastruktur Butuh Kolaborasi Multipihak

badge-check


Pembiayaan Infrastruktur Butuh Kolaborasi Multipihak Perbesar

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan keterbatasan fiskal pemerintah menjadi alasan bahwa pendanaan sektor swasta sebagai strategi yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur.

“Indonesia adalah negara kepulauan dengan keberagaman kondisi geografi dan ekonomi. Kita memiliki kebutuhan mendesak untuk memperluas konektivitas dan juga memastikan akses adil terhadap layanan infrastruktur dasar,” kata Menkeu dalam ajang International Conference of Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Kamis (12/6/2025).

Menkeu menambahkan, pembiayaan tentunya menjadi permasalahan penting karena investasi infrastruktur dari periode 2025-2029 membutuhkan 625,37 miliar dolar AS.

“Pemerintah hanya bisa membiayai 40 persen diantaranya. Karena itu kita menghadapi gap pembiayaan,” ujar Menkeu.

Menkeu menyatakan, kita membutuhkan keikutsertaan sektor swasta dan dukungan dari banyak mitra serta tuntutan untuk penciptaan mekanisme pendanaan kreatif dalam memenubi pendanaan infrastruktur.

Kolaborasi multipihak sangat dibutuhkan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur nasional. Pemerintah pun mendorong kolaborasi kuat antara dunia usaha, dan calon investor dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harirmurti Yudhoyono (AHY) saat membuka International Conference of Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Rabu (11/6/2025).

Menurut AHY, pembangunan infrastruktur yang terintegrasi akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Oleh karena itu, kehadiran para calon investor dalam forum ini menjadi momentum penting untuk menjalin kemitraan strategis antara sektor publik dan swasta, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha, termasuk dari luar negeri, sangat diperlukan. Banyak calon investor yang menunjukkan minat untuk turut serta membangun infrastruktur di Indonesia,” ujar AHY.

Baca Lainnya

Pasar Murah dan Pembagian Bendera Meriahkan HUT ke-81 RI, Gubernur Khofifah: Pemerintah Harus Hadir

16 August 2026 - 12:03 WIB

Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat

11 August 2026 - 12:38 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Intervensi Harga Pangan Berkelanjutan, Pasar Murah Disambut Antusias Warga Pasuruan

8 August 2026 - 11:13 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis