Menu

Dark Mode
Jawa Timur Bergerak untuk NTT, Gubernur Khofifah Kerahkan Tim SAR dan Tenaga Kesehatan serta Siapkan Bantuan Logistik Gubernur Khofifah Ajak 76 Paskibraka Jatim Jadikan Tugas Negara sebagai Bekal Karakter dan Kepemimpinan Pasar Murah dan Pembagian Bendera Meriahkan HUT ke-81 RI, Gubernur Khofifah: Pemerintah Harus Hadir Investasi Baru di Surabaya, Gubernur Khofifah Dorong The Trans Luxury Hotel Perkuat Ekosistem Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ekspedisi 81 Hadirkan 500 Pendaki dan Tanam 500 Pohon di Arjuno, Gubernur Khofifah Tekankan Kedaulatan Ekologi Kado Kemerdekaan dari Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Gratiskan Trans Jatim pada 17 Agustus

Sosial & Budaya

Teknologi Canggih tak Cukup, Presiden Minta SDM Kesehatan Diperkuat

badge-check


Teknologi Canggih tak Cukup, Presiden Minta SDM Kesehatan Diperkuat Perbesar

Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasinya terhadap kemajuan teknologi kesehatan yang kini mulai tersedia di berbagai fasilitas medis dalam negeri. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan besar yang harus segera dihadapi adalah penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengoperasikan teknologi tersebut secara profesional dan merata.

“Saya apresiasi Menteri Kesehatan kita karena kini banyak alat-alat canggih dan terbaik dunia sudah masuk ke Indonesia. Namun sekarang tugas kita adalah mendidik tenaga-tenaga ahli agar rakyat benar-benar dapat mengakses layanan kesehatan terbaik,” ujar Presiden dalam sambutannya saat meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital di Kota Denpasar, Bali, Rabu (25/6/2025).

Presiden menyoroti pentingnya mempercepat pembukaan institusi pendidikan kedokteran baru, termasuk akademi keperawatan dan program spesialis. Ia mengajak pemerintah serta seluruh sektor untuk meninggalkan prosedur lama yang menghambat kemajuan.

“Kita harus menambah akademi perawatan, pendidikan spesialis, dan jangan terlalu terhimpit oleh peraturan-peraturan kuno. Peraturan yang tidak relevan dengan kebutuhan zaman harus segera direvisi,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan sistem pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan. Ia menolak metode lama yang dianggap boros dan tidak bertanggung jawab.

“Kita tidak bisa lagi menggunakan manajemen yang boros dan tidak akuntabel. Rakyat butuh sistem yang efisien dan transparan. Setiap rupiah uang rakyat harus dipertanggungjawabkan,” kata Prabowo.

KEK Sanur dan Bali International Hospital, menurutnya, menjadi contoh konkret dari terobosan pelayanan yang efisien dan terintegrasi. Ia berharap inisiatif serupa bisa direplikasi di sektor-sektor penting lainnya untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan.

“Ini adalah salah satu contoh nyata terobosan. Harus ditiru oleh sektor-sektor lain untuk mengejar ketertinggalan dan membangun bangsa yang mandiri,” pungkas Presiden.  (BPMI Setpres)

Baca Lainnya

Jawa Timur Bergerak untuk NTT, Gubernur Khofifah Kerahkan Tim SAR dan Tenaga Kesehatan serta Siapkan Bantuan Logistik

17 August 2026 - 06:52 WIB

Gubernur Khofifah Ajak 76 Paskibraka Jatim Jadikan Tugas Negara sebagai Bekal Karakter dan Kepemimpinan

17 August 2026 - 01:31 WIB

Investasi Baru di Surabaya, Gubernur Khofifah Dorong The Trans Luxury Hotel Perkuat Ekosistem Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

16 August 2026 - 09:25 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya