Menu ✖

Dark Mode
Wujudkan Pendidikan Inklusif, Gubernur Khofifah Sabet Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026 Gubernur Khofifah Gelar Baksos dan Kucurkan Bansos Rp19,631 Miliar di Kraksaan Probolinggo Bersama Tokoh Dunia, Gubernur Khofifah Anugerahi Fatima Al-Fihriya Award 2026 di Surabaya Gubernur Khofifah: Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,83 Persen Harus Dirasakan Seluruh Lapisan Masyarakat Majalah Prasetya Bawa Biro Adpim Jatim Raih Gold Winner InMA SPS Awards 2026 di Samarinda Kirim 505 Sekolah Terbanyak, Jatim Disabet Penghargaan ImagiNation 2026 dan Dipuji Gubernur Khofifah

Sosial & Budaya

Teknologi Canggih tak Cukup, Presiden Minta SDM Kesehatan Diperkuat

badge-check


Teknologi Canggih tak Cukup, Presiden Minta SDM Kesehatan Diperkuat Perbesar

Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasinya terhadap kemajuan teknologi kesehatan yang kini mulai tersedia di berbagai fasilitas medis dalam negeri. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan besar yang harus segera dihadapi adalah penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengoperasikan teknologi tersebut secara profesional dan merata.

“Saya apresiasi Menteri Kesehatan kita karena kini banyak alat-alat canggih dan terbaik dunia sudah masuk ke Indonesia. Namun sekarang tugas kita adalah mendidik tenaga-tenaga ahli agar rakyat benar-benar dapat mengakses layanan kesehatan terbaik,” ujar Presiden dalam sambutannya saat meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital di Kota Denpasar, Bali, Rabu (25/6/2025).

Presiden menyoroti pentingnya mempercepat pembukaan institusi pendidikan kedokteran baru, termasuk akademi keperawatan dan program spesialis. Ia mengajak pemerintah serta seluruh sektor untuk meninggalkan prosedur lama yang menghambat kemajuan.

“Kita harus menambah akademi perawatan, pendidikan spesialis, dan jangan terlalu terhimpit oleh peraturan-peraturan kuno. Peraturan yang tidak relevan dengan kebutuhan zaman harus segera direvisi,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan sistem pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan. Ia menolak metode lama yang dianggap boros dan tidak bertanggung jawab.

“Kita tidak bisa lagi menggunakan manajemen yang boros dan tidak akuntabel. Rakyat butuh sistem yang efisien dan transparan. Setiap rupiah uang rakyat harus dipertanggungjawabkan,” kata Prabowo.

KEK Sanur dan Bali International Hospital, menurutnya, menjadi contoh konkret dari terobosan pelayanan yang efisien dan terintegrasi. Ia berharap inisiatif serupa bisa direplikasi di sektor-sektor penting lainnya untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan.

“Ini adalah salah satu contoh nyata terobosan. Harus ditiru oleh sektor-sektor lain untuk mengejar ketertinggalan dan membangun bangsa yang mandiri,” pungkas Presiden.  (BPMI Setpres)

Baca Lainnya

Wujudkan Pendidikan Inklusif, Gubernur Khofifah Sabet Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026

8 November 2026 - 10:11 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Baksos dan Kucurkan Bansos Rp19,631 Miliar di Kraksaan Probolinggo

8 November 2026 - 05:32 WIB

Bersama Tokoh Dunia, Gubernur Khofifah Anugerahi Fatima Al-Fihriya Award 2026 di Surabaya

7 November 2026 - 11:24 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya