Menu ✖

Dark Mode
Ayo Numpak Trans Jatim Rek! Gubernur Khofifah Hadirkan Layanan Gratis pada 12 Oktober 2026 Gubernur Khofifah Perkuat Pelestarian Turats, Sekitar 400 Kitab Ulama Nusantara Berhasil Diidentifikasi Lantik PW IKA UNAIR Kaltim, Khofifah Tekankan Optimalisasi Aset dan Potensi Daerah sebagai Sumber Pendapatan Baru Perkuat Konektivitas Ekonomi Jatim–Kaltim, Gubernur Khofifah Resmikan Kantor Cabang Bank Jatim di Balikpapan Pendaftaran Tahap Kedua Dibuka 10 Oktober, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Semarakkan Hari Jadi ke-81 Jatim Gubernur Khofifah Tinjau Servis Motor Gratis di Sidoarjo, Dorong Siswa SMK Siap Terjun ke Dunia Kerja

Berita

’Telesapa Madura’ Inovasi Solutif di Tahun Keenam Layanan Kesehatan Bergerak Gagasan Gubernur Khofifah

badge-check


’Telesapa Madura’ Inovasi Solutif di Tahun Keenam Layanan Kesehatan Bergerak Gagasan Gubernur Khofifah Perbesar

_Konsisten Dekatkan Fasilitas Kesehatan, Telah Layani Belasan Ribu Masyarakat Kepulauan

SURABAYA, 5 JULI 2025 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan 52 Tim Pelayanan Kesehatan (Yankes) Bergerak ke Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep dari halaman Gedung Negara Grahadi pada Sabtu, (5/7) dini hari. 

Yankes Bergerak merupakan program kerja yang digagas Gubernur Khofifah sejak tahun 2019 dan telah melayani lebih dari 13.000 masyarakat yang tersebar di beberapa pulau di Jawa Timur, antara lain Pulau Sapeken, Pagerungan, Masalembu, Sapudi, Kangean, Gili Genting, Gili Ketapang dan Raas.

Di tahun ke enam layanan kesehatan bergerak, Gubernur Khofifah menjelaskan, akan diterapkan inovasi Telemedicine Seputar Kepulauan Madura atau Telesapa Madura. 

Layanan Telesapa Madura mendukung dan menjangkau yankes bergerak bagi masyarakat kepulauan di Madura yang digawangi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur. 

“Telesapa Madura" menjadi inovasi solutif untuk membangun sistem rujukan dan menyediakan infrastruktur jaringan internet yang stabil dan cepat di puskesmas,” tegas Khofifah. 

"Sebagai awalan, Telesapa Madura akan diuji coba pengembangan dan operasional di Kecamatan Nonggunong dan Kecamatan Gayam di Pulau Sapudi yang juga menjadi lokus tim Yankes Bergerak yang kita berangkatkan dini hari ini,” imbuhnya.

Program Telesapa Madura, lanjut Khofifah, berbentuk layanan konsultasi jarak jauh antar fasilitas kesehatan primer dan sekunder. Termasuk mempermudah proses rujukan dan penguatan Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) yang mendukung pelayanan kesehatan masyarakat Jawa Timur di sekitar Kepulauan Madura.

Khofifah berharap kehadiran Tim Yankes Bergerak memberikan harapan hidup bagi masyarakat Pulau Sapudi. Misalnya  bagi yang sudah sembuh dari katarak atau penyakit mata lainnya harapan hidupnya pasti akan meningkat. 

"Selamat bertugas. Semoga seluruh proses pelayanan Allah anugerahkan kemudahan dan kelancaran dan kesuksesan," pungkasnya.

Diketahui, Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak akan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Pulau Sapudi mulai tanggal 5-8 Juli 2025 di Puskesmas Gayam dan Puskesmas Nonggunong. 

Sebanyak 52 orang Tim Yankes Bergerak terdiri dari tenaga kesehatan (Nakes) dari RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, RSUD M. Noer Pamekasan, RSUD M. Anwar Sumenep, Dinkes Provinsi Jatim, Dinas Kominfo Provinsi, Dinas Perhubungan Provinsi, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, Dinkes Kabupaten Sumenep dan Griya Sehat Mada Sakti Sumenep.

Di sana, Tim Yankes Bergerak akan menangani 291 pasien di Pulau Sapudi yang memerlukan tindakan medis lebih lanjut. Rinciannya, 72 kasus kesehatan mata, 20 kasus kesehatan THT, 41 kasus bedah, 72 kasus kesehatan tradisional, 26 kasus TBC, 23 kasus kesehatan jiwa,18 kasus Bumil KEK dan 19 kasus stunting. 

Banyaknya jumlah pasien yang harus ditangani itu harus disokong dengan tim yang kompak agar tenaga kesehatan memberikan pelayanan optimal.

"Jikalau tim ini harus melanjutkan tugas lain, maka saya minta Kadinkes Jatim mengirim tambahan tim ke Pulau Sapudi untuk melanjutkan proses layanan kesehatan," jelasnya. 

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan menjadi atensi bersama adalah area bagi masyarakat yang belum terigistrasi  atau  unregister people atau tidak terdaftar saat menerima bantuan sosial maupun layanan kesehatan mereka tidak terjangkau.  

Khofifah mencontohkan saat Covid-19, mereka yang  unregister people tidak bisa mendapatkan akses vaksinasi. Maka Pemprov Jatim bersama Pangdam dan Kapolda melakukan jemput bola memberikan vaksinasi bagi mereka yang unregister people. 

"Harus ada penjangkauan untuk mereka yang unregister people. Selain masyarakat kepulauan maupun daerah tertinggal, kita harus menjangkau masyarakat yang tergolong unregister people karena mereka tidak punya KIS, KIP KKS maka pekerjaan rumah kita harus melakukan penjangkauan yang merata," tegasnya. 

Kepala Biro Adm. Pimpinan

Pulung Chausar

Baca Lainnya

PKN II dan PKP Jatim Ditutup, Gubernur Khofifah Dorong ASN Bangun Kolaborasi untuk Percepat Perubahan

3 October 2026 - 09:36 WIB

Gubernur Khofifah Teguhkan Persaudaraan Jatim-Palestina, Dorong Kerja Sama yang Produktif dan Berkelanjutan

27 September 2026 - 12:56 WIB

Gubernur Khofifah Hadiri Pelantikan 86 Pengurus MES Jatim, Dukung Penguatan Sertifikasi dan Industri Halal

27 September 2026 - 03:02 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan