Menu

Dark Mode
Kado Kemerdekaan dari Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Gratiskan Trans Jatim pada 17 Agustus Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Nganjuk, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat Perkuat Pangan, Respons Cepat, dan Pembangunan SDM, Gubernur Khofifah Selaraskan Kebijakan Jatim dengan Arahan Presiden Prabowo Gubernur Khofifah Gaungkan Kembali Seruan Perdamaian di Harlah ke-80 Muslimat NU Kalbar Peringatan Hari Pramuka ke-65, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Regenerasi Pelaku Pertanian Jembatan Perintis Garuda Genjeng Hubungkan 40 Desa, Gubernur Khofifah Optimistis Mobilitas Warga Makin Lancar

Politik & Pemerintahan

Indonesia Siap Aktif di NDB, Presiden Tekankan Transformasi Hijau

badge-check


Indonesia Siap Aktif di NDB, Presiden Tekankan Transformasi Hijau Perbesar

Rio de Janeiro — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan posisi Indonesia dalam memperkuat sistem multilateral dan kerja sama ekonomi antarnegara berkembang pada sesi kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025).

Pada sesi yang mengusung tema “Strengthening Multilateralism, Economic-Financial Affairs, and Artificial Intelligence,” para pemimpin negara anggota BRICS membahas penguatan tata kelola global, kolaborasi ekonomi, serta pemanfaatan teknologi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya menghidupkan kembali multilateralisme di tengah dinamika global yang semakin multipolar.

“Presiden mendorong penguatan kemitraan ekonomi antara negara-negara Global South serta memperluas pemanfaatan New Development Bank (NDB),” ujar Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia telah menyatakan kesiapan untuk bergabung aktif dalam NDB. Partisipasi ini dinilai penting agar Indonesia dapat mengakses pembiayaan pembangunan yang mendukung agenda transformasi hijau dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Saat ini terdapat sekitar 120 proyek yang ditangani NDB dengan nilai total mencapai 39 miliar dolar AS, mencakup proyek energi bersih, infrastruktur, serta program terkait keberlanjutan dan ekonomi hijau,” jelasnya.

Dalam sesi tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir (Tata), menambahkan bahwa Presiden Prabowo juga mengusulkan inisiatif “South-South Economic Compact.”

Menurut Tata, inisiatif ini bertujuan agar BRICS dapat menjadi motor penggerak dalam memberikan akses lebih luas bagi negara-negara Global South untuk perdagangan, integrasi ekonomi, serta masuk dalam rantai pasok global.

“Tujuannya adalah agar negara-negara BRICS menjadi motor yang memberikan akses lebih luas kepada negara-negara Global South, baik dalam perdagangan maupun integrasi perekonomian, sehingga dapat lebih berperan dalam supply chain global,” ungkap Tata.

Partisipasi aktif Indonesia di KTT BRICS 2025 ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat peran Indonesia sebagai mitra strategis bagi negara-negara berkembang serta mendukung tata kelola global yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca Lainnya

Pendapatan Jatim Ditargetkan Rp26,49 Triliun dalam P-APBD 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Belanja Pelayanan Publik

12 August 2026 - 01:55 WIB

Gubernur Khofifah Terima Dubes Maroko di Grahadi, Buka Peluang Beasiswa hingga Investasi bagi Jawa Timur

4 August 2026 - 03:10 WIB

Lantik Enam Pejabat Baru, Gubernur Khofifah Dorong Percepatan Digitalisasi dan Penguatan Integritas Birokrasi

15 July 2026 - 01:49 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan