Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Detail Plan dan Macro Policy dalam Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Pendapatan Daerah Tembus Rp29,88 Triliun, Gubernur Khofifah Tegaskan Pengelolaan Keuangan Jatim Tetap Akuntabel dan Transparan Gubernur Khofifah Launching Kakak Tangguh, Wujudkan Gerakan Satu Keluarga Satu Sarjana Berkualitas di Jawa Timur Raih Peringkat Pertama Nasional di Semua Kategori SCImago 2026, RSUD Dr. Soetomo Jadi Kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia Gubernur Khofifah: Perempuan Tarekat Adalah Ujung Tombak Penguatan Spiritual, Pendidikan Karakter, dan Solusi Problematika Sosial Gubernur Khofifah Sebut Munas-Konbes NU 2026 Jadi Forum Strategis Merumuskan Solusi Keagamaan dan Kebangsaan di Tengah Tantangan Zaman

Politik & Pemerintahan

Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan di Parade Bastille Day 2025, Tandai Puncak Diplomasi Indonesia-Prancis

badge-check


Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan di Parade Bastille Day 2025, Tandai Puncak Diplomasi Indonesia-Prancis Perbesar

Paris – Langkah strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat diplomasi global kembali terukir melalui kehadirannya sebagai tamu kehormatan dalam Parade Militer Bastille Day 2025 di Place de la Concorde, Paris, Prancis, Senin (14/7/2025).

Dikutip dari keterangan BPMI Setpres, kedatangan Presiden Prabowo disambut langsung oleh Perdana Menteri Prancis, François Bayrou, sebelum bersama-sama menuju podium utama tempat Presiden Emmanuel Macron memimpin prosesi parade.

Momen itu menjadi bersejarah sekaligus simbolis, mengingat Presiden Prabowo adalah pemimpin Indonesia pertama yang mendapat kehormatan duduk berdampingan dengan Presiden Macron dalam perayaan nasional Prancis tersebut.

Undangan itu bukan sekadar formalitas, melainkan penegasan posisi Indonesia sebagai mitra strategis Prancis, sekaligus puncak peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Sebelum parade dimulai, Presiden Macron melakukan inspeksi pasukan yang diiringi penghormatan dari Resimen Infanteri Garda Republik Prancis. Saat tiba di podium utama, ia menyambut hangat Presiden Prabowo dengan jabat tangan dan percakapan singkat, menunjukkan kedekatan personal dan komitmen politik kedua pemimpin.

Selama parade berlangsung, keduanya kerap terlihat berdiskusi, menandai intensnya kerja sama bilateral di berbagai bidang.

Kontingen Satgas Patriot II TNI menjadi pusat perhatian saat membuka defile pasukan dengan 451 personel gabungan, termasuk 262 pasukan defile dan 189 drumben Taruna. Derap langkah mereka diiringi lagu “Maju Tak Gentar” yang dimainkan secara gemuruh, memukau penonton sepanjang Champs-Élysées. Presiden Prabowo dan Macron bahkan berdiri memberikan penghormatan saat kontingen Indonesia melintas, disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Partisipasi TNI dalam parade itu bukan sekadar seremonial. Ia mencerminkan pengakuan internasional atas profesionalisme militer Indonesia dan menjadi alat diplomasi budaya yang efektif. Tradisi Bastille Day sebagai ajang diplomasi global semakin diperkuat dengan kehadiran pemimpin dunia, seperti Nelson Mandela (1996) hingga Narendra Modi (2023). Kini, nama Prabowo Subianto tercatat dalam deretan tokoh tersebut.

Puncak acara diwarnai atraksi helikopter, pasukan berkuda, dan penutupan dengan penghormatan Bleuet de France sebagai simbol solidaritas Prancis terhadap veteran perang. Kehadiran Presiden Prabowo dan kontingen TNI tidak hanya memperkuat hubungan pertahanan, tetapi juga membuka peluang kerja sama ekonomi, teknologi, dan pendidikan antara kedua negara.

Momen Bastille Day 2025 menjadi bukti bahwa Indonesia, di bawah kepemimpinan Prabowo, semakin percaya diri di panggung global. Dari Paris, pesan diplomasi militer dan soft power Indonesia bergema: siap menjadi aktor utama dalam percaturan internasional.

Kehadiran Presiden Prabowo mengikuti jejak para pemimpin dunia yang pernah menjadi tamu kehormatan di Bastille Day. Sebelumnya, Bastille Day telah menjadi panggung kehormatan bagi sejumlah tokoh besar dunia, seperti Presiden Nelson Mandela (1996), Presiden Luiz Inacio Lula da Silva (2005), dan Presiden Donald Trump (2017). Selain itu, Perdana Menteri Lee Hsien Loong (2018) hingga Narendra Modi (2023) pernah menjadi tamu kehormatan pada acara besar tersebut.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Detail Plan dan Macro Policy dalam Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

23 June 2026 - 09:23 WIB

Pendapatan Daerah Tembus Rp29,88 Triliun, Gubernur Khofifah Tegaskan Pengelolaan Keuangan Jatim Tetap Akuntabel dan Transparan

23 June 2026 - 03:24 WIB

Jatim Catat Partisipasi ASN Tertinggi dalam Program E-Learning Integritas, KPK RI Berikan Penghargaan kepada Gubernur Khofifah

17 June 2026 - 10:56 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan