Menu

Dark Mode
Integrasi Data Nasional Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Landasan Hukum Melalui RUU Satu Data Indonesia Pasar Keuangan Nasional Dinilai Semakin Tangguh Seiring Meningkatnya Yield Obligasi Pemerintah Sinergi Fiskal dan Perencanaan Pembangunan Jadi Kunci Keberhasilan Program Prioritas Nasional Harga Sawit Berangsur Membaik, Petani Apresiasi Komitmen Pemerintah dalam Pengawasan Pasar Sebelas Tahun Berturut-Turut Raih WTP, Gubernur Khofifah Tegaskan Akuntabilitas dan Transparansi Tetap Jadi Prioritas Jaga Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga, Gubernur Khofifah Kembali Gelar Pasar Murah di Kota Probolinggo

Sosial & Budaya

Kasus Anak Meninggal di Sukabumi, Menko PMK: Setiap Anak Harus Terlindungi

badge-check


Kasus Anak Meninggal di Sukabumi, Menko PMK: Setiap Anak Harus Terlindungi Perbesar

Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa peristiwa atas meninggalnya balita Raya di Sukabumi merupakan alarm nasional yang menuntut langkah cepat, terukur, dan koordinasi lintas sektor agar tidak terulang kembali.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno pada Kamis (21/8/2025) mengatakan kasus ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa masalah gizi buruk dan penyakit yang bisa dicegah tidak boleh dibiarkan berlarut.

“Dengan memperkuat Posyandu, memperkuat data kesehatan, serta memperkuat pendampingan keluarga rentan, kami berkomitmen memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat dan terlindungi,” kata Pratikno seperti yang dikutip Jumat (22/8/2025).

Lanjutnya, ia menegaskan pentingnya penguatan data kesehatan, khususnya penyakit zoonosis (penyakit yang ditularkan dari hewan dan unggas) serta pemantauan malnutrisi, agar kasus serupa dapat dicegah sejak dini.

Program pencegahan telah lama berjalan, mulai dari deworming massal sejak 1975 dengan obat cacing gratis, kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah dan pesantren, hingga pendampingan bagi anak terlantar dan keluarga rentan.

Namun, kasus Sukabumi ini, Pratikno mengatakan perlunya program tersebut dijalankan lebih aktif, tepat sasaran, dan menyentuh keluarga yang paling membutuhkan.

“Pemerintah berkomitmen memperkuat pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Setiap anak Indonesia berhak atas masa depan yang sehat, aman, dan terlindungi,” tegas Pratikno.

Baca Lainnya

Integrasi Data Nasional Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Landasan Hukum Melalui RUU Satu Data Indonesia

9 June 2026 - 09:43 WIB

Presiden Ingatkan Siswa Sekolah Rakyat untuk Belajar Tekun demi Masa Depan yang Lebih Baik

8 June 2026 - 00:50 WIB

Meutya Hafid Dinobatkan sebagai Tokoh Perempuan Berpengaruh dalam Kepemimpinan Teknologi Global

8 June 2026 - 00:46 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya