Menu

Dark Mode
Jembatan Perintis Garuda Genjeng Hubungkan 40 Desa, Gubernur Khofifah Optimistis Mobilitas Warga Makin Lancar Gubernur Khofifah Buka Kesempatan bagi 4.000 Warga Ikuti Upacara Kemerdekaan di Gedung Negara Grahadi IKA UNAIR Didorong Jadi Penggerak Kolaborasi Lintas Daerah hingga Internasional, Gubernur Khofifah: Jejaring adalah Kekuatan Besar Raih Anugerah Bintang LVRI, Khofifah Tekankan Semangat Veteran Harus Diwujudkan dalam Pengabdian Masa Kini Pendapatan Jatim Ditargetkan Rp26,49 Triliun dalam P-APBD 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Belanja Pelayanan Publik Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat

Politik & Pemerintahan

Mahasiswa: Kritik ke Pemerintah Adalah Bentuk Cinta Bangsa

badge-check


Mahasiswa: Kritik ke Pemerintah Adalah Bentuk Cinta Bangsa Perbesar

Jakarta – Para perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdialog langsung dengan jajaran pemerintah di Istana Negara, Kamis (4/9/2025).

Mereka disambut hangat oleh  Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro

Pertemuan ini dinilai sebagai ruang strategis untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperkuat iklim demokrasi di Indonesia.

Koordinator Media BEM SI Kerakyatan, Pasha Fazillah Afap, menilai undangan silaturahmi tersebut sebagai wujud keterbukaan pemerintah.

“Bapak Mensesneg sudah memberikan respons positif dan akan segera menyampaikannya ke Presiden. Kebetulan Pak Presiden berhalangan hadir karena mengikuti acara Maulid di Istiqlal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kaleb Otniel Aritonang, Ketua BEM UPN Veteran Jakarta, menyampaikan bahwa pemerintah siap mengakomodasi aspirasi mahasiswa. Hal senada disampaikan Phalosa dari Universitas Yarsi yang menegaskan komitmen mahasiswa untuk terus mengawal respons pemerintah.

“Apapun tuntutan yang kami sampaikan hari ini harus tetap kami kawal. Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengawalnya bersama masyarakat,” ujarnya.

Dari kelompok Cipayung, Ketua Umum DPP GMNI, Risyad Fahlefi, menegaskan bahwa poin utama yang mereka bawa adalah perlindungan terhadap aktivis.

Risyad menambahkan, aspirasi mahasiswa telah diterima dengan baik oleh pemerintah dan diyakini segera ditindaklanjuti.

“Aspirasi akan ditindaklanjuti secepatnya melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Kita tunggu respons berikutnya dari pemerintah dan DPR,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Umum PB PMII, M. Shofiyullah Cokro, menekankan pentingnya keterbukaan pemerintah.

“Kendala yang dihadapi pemerintah sebaiknya disampaikan secara terbuka, agar mahasiswa sebagai agen intelektual dapat membantu, bukan hanya menuntut,” ucapnya.

Baca Lainnya

Pendapatan Jatim Ditargetkan Rp26,49 Triliun dalam P-APBD 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Belanja Pelayanan Publik

12 August 2026 - 01:55 WIB

Gubernur Khofifah Terima Dubes Maroko di Grahadi, Buka Peluang Beasiswa hingga Investasi bagi Jawa Timur

4 August 2026 - 03:10 WIB

Lantik Enam Pejabat Baru, Gubernur Khofifah Dorong Percepatan Digitalisasi dan Penguatan Integritas Birokrasi

15 July 2026 - 01:49 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan