Menu

Dark Mode
Jembatan Perintis Garuda Genjeng Hubungkan 40 Desa, Gubernur Khofifah Optimistis Mobilitas Warga Makin Lancar Gubernur Khofifah Buka Kesempatan bagi 4.000 Warga Ikuti Upacara Kemerdekaan di Gedung Negara Grahadi IKA UNAIR Didorong Jadi Penggerak Kolaborasi Lintas Daerah hingga Internasional, Gubernur Khofifah: Jejaring adalah Kekuatan Besar Raih Anugerah Bintang LVRI, Khofifah Tekankan Semangat Veteran Harus Diwujudkan dalam Pengabdian Masa Kini Pendapatan Jatim Ditargetkan Rp26,49 Triliun dalam P-APBD 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Belanja Pelayanan Publik Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat

Politik & Pemerintahan

Presiden Prabowo Pidato di PBB, Pengamat: Indonesia Dipandang Mampu Jadi Penengah Konflik Global

badge-check


Presiden Prabowo Pidato di PBB, Pengamat: Indonesia Dipandang Mampu Jadi Penengah Konflik Global Perbesar

Jakarta – Pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dinilai menjadi momentum penting yang menunjukkan Indonesia makin diperhitungkan di dunia internasional.

Ketua Program Studi S2 Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin, Alem Febri Sonni, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan perdamaian di tengah konflik global yang kian kompleks.

“Posisi Indonesia ini kemungkinan akan dijadikan sebagai alat untuk meredam sejumlah konflik internasional,” di terima Senin (22/9/2025).

Menurutnya, Presiden Prabowo diperkirakan akan menggunakan strategi diplomasi middle power yang tidak ekstrem, melainkan memosisikan Indonesia sebagai penghubung di tengah dinamika global. Hal ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan nonblok.

“Indonesia lebih tepat mengambil peran sebagai bridging nation, penghubung di tengah situasi global yang semrawut saat ini. Itu langkah yang bijak,” ujarnya.

Alem menambahkan, sejak sebelum menjabat sebagai presiden, Prabowo telah dikenal luas di dunia internasional sehingga kehadirannya di forum global bukanlah hal yang mengejutkan. Justru, pidato di PBB kali ini dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.

“Secara kapabilitas, Prabowo sudah lama menjadi bagian dari narasi global. Pidato ini adalah momentum yang tepat bagi Indonesia, karena saat ini posisi kita semakin diperhitungkan,” jelasnya.

Ia juga menilai kehadiran Indonesia pada forum internasional semakin relevan di tengah isu Palestina dan solusi dua negara yang kembali menjadi sorotan dunia.

Dalam konteks itu, Indonesia berpotensi memainkan peran penting dalam mendorong penyelesaian damai tanpa harus berpihak secara ekstrem.

Lebih lanjut, Alem menekankan pentingnya strategi komunikasi publik yang bijak. Dengan posisi berbicara di urutan ketiga setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat, pidato Prabowo diyakini akan menjadi sorotan media internasional dan memiliki dampak diplomatik yang signifikan.

“Momentum ini sangat menguntungkan. Dengan retorika yang tepat, pidato Presiden bisa memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang ramah, bijak, dan konsisten memperjuangkan perdamaian global,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Pendapatan Jatim Ditargetkan Rp26,49 Triliun dalam P-APBD 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Belanja Pelayanan Publik

12 August 2026 - 01:55 WIB

Gubernur Khofifah Terima Dubes Maroko di Grahadi, Buka Peluang Beasiswa hingga Investasi bagi Jawa Timur

4 August 2026 - 03:10 WIB

Lantik Enam Pejabat Baru, Gubernur Khofifah Dorong Percepatan Digitalisasi dan Penguatan Integritas Birokrasi

15 July 2026 - 01:49 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan