Menu ✖

Dark Mode
Kirim 505 Sekolah Terbanyak, Jatim Disabet Penghargaan ImagiNation 2026 dan Dipuji Gubernur Khofifah Siapkan Rp600 Miliar Mulai 2027, Gubernur Khofifah Tekankan Efisiensi Budget Pilgub Jatim Gubernur Khofifah Puji Keberanian Pesepeda Ride for Palestine Bawa Pesan Perdamaian ke Jakarta Gubernur Khofifah Sediakan Pangan Murah di Desa Jatiadi demi Jaga Daya Beli Warga Hasil Misi Dagang Makassar Rp5,693 Triliun, Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Tumbuh Bersama Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemprov dan BAZNAS dalam Program Rutilahu

Sosial & Budaya

Pendidikan Kesehatan Reproduksi Jadi Kokurikuler di Sekolah Jombang

badge-check


Pendidikan Kesehatan Reproduksi Jadi Kokurikuler di Sekolah Jombang Perbesar

Jombang – Tingginya angka kekerasan seksual serta kasus kehamilan tidak direncanakan di Kabupaten Jombang menjadi perhatian serius berbagai pihak. Dunia pendidikan dipandang memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan melalui pemberian edukasi yang tepat, ilmiah, dan sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik.

Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah penguatan Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS) yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran kokurikuler di sekolah. Kebijakan ini diharapkan mampu membekali siswa dengan pemahaman yang benar sejak dini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, menegaskan bahwa PKRS perlu diberikan secara terstruktur dan menyeluruh.

“Pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas penting diberikan kepada peserta didik secara terstruktur dan komprehensif agar remaja memiliki pengetahuan, sikap, serta keterampilan yang benar dan bertanggung jawab,” ujarnya.

PKRS tidak hanya membahas aspek biologis, tetapi juga mencakup dimensi psikologis, sosial, dan emosional. Materi ini meliputi pembentukan sikap, nilai moral, serta kemampuan membangun hubungan yang sehat. Pendidikan tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan kesadaran diri, pemahaman hak reproduksi, mencegah perilaku berisiko, sekaligus menekan angka kekerasan seksual.

Pembahasan PKRS ini mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar pada 12–14 November 2025 di SMP Negeri 3 Peterongan. Kegiatan tersebut diikuti 272 peserta, terdiri dari 136 guru BK/BP SMP dan 136 wakil kepala sekolah bidang kurikulum dari seluruh Kabupaten Jombang.

Dalam forum tersebut, muncul dua opsi penerapan PKRS di sekolah, yakni sebagai mata pelajaran intrakurikuler atau diintegrasikan ke dalam kokurikuler. Namun, opsi intrakurikuler dinilai kurang memungkinkan karena padatnya kurikulum, keterbatasan guru pengampu, serta regulasi yang tidak membuka ruang penambahan mata pelajaran baru.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang memutuskan mengintegrasikan PKRS ke dalam tema pembelajaran kokurikuler. Opsi ini paling memungkinkan dan minim kendala,” jelas Wor Windari.

Hasil FGD tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada pembelajaran kokurikuler Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026. Dengan langkah ini, pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peserta didik di Jombang.

Baca Lainnya

Kirim 505 Sekolah Terbanyak, Jatim Disabet Penghargaan ImagiNation 2026 dan Dipuji Gubernur Khofifah

6 November 2026 - 10:54 WIB

Gubernur Khofifah Puji Keberanian Pesepeda Ride for Palestine Bawa Pesan Perdamaian ke Jakarta

6 November 2026 - 02:52 WIB

Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemprov dan BAZNAS dalam Program Rutilahu

4 November 2026 - 08:23 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya