Jakarta, Petik – Penguatan karakter di era digital dinilai perlu melibatkan berbagai unsur, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, hingga ruang siber. Pendekatan yang komprehensif ini penting agar pembentukan nilai, moral, dan etika generasi muda tetap seimbang di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Dalam era transformasi digital, anak dan remaja tidak hanya beraktivitas di lingkungan fisik, tetapi juga aktif di ruang digital yang memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, keluarga memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai moral, tanggung jawab, serta etika dalam bermedia sejak usia dini.
Selain peran keluarga, satuan pendidikan juga didorong untuk memperkuat pendidikan karakter melalui kurikulum dan metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Literasi digital menjadi komponen penting agar peserta didik mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.
Ruang siber sebagai arena interaksi digital juga membutuhkan regulasi dan pengawasan yang memadai. Kolaborasi antara pemerintah, penyedia platform digital, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan daring yang aman serta mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Dengan sinergi antara keluarga, sekolah, dan pengelolaan ruang siber yang terpadu, penguatan karakter di era digital diharapkan dapat melahirkan generasi yang berintegritas, tangguh, serta memiliki kecakapan digital yang selaras dengan nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.



















