Menu ✖

Dark Mode
Perkuat Sinergi Forkopimda, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Silaturahmi Harakiyah Bersama Kodam V/Brawijaya Libatkan 102 Perusahaan, Gubernur Khofifah Dorong Pencari Kerja Hadiri Job Fair Inklusif 2026 HIKAM Siapkan Apresiasi Kinerja Pengurus Daerah pada Haul ke-5 Abah Yai Djamal Biro Adpim Jatim dan DSC Siap Gelar Halaqah Santri Digital 2026 di Jombang Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Gubernur Khofifah Ajak Generasi Muda Kuatkan Empati dan Kegigihan Gubernur Khofifah Apresiasi Program SIKAP Jatim yang Sukses Sabet Penghargaan Inovasi Membangun Negeri

Politik & Pemerintahan

Politik Bebas-Aktif RI Jadi Pilar Diplomasi di Era Ketidakpastian Global

badge-check


Politik Bebas-Aktif RI Jadi Pilar Diplomasi di Era Ketidakpastian Global Perbesar

Jakarta, Petik – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Indonesia akan terus konsisten dalam menjalankan kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif, meskipun dunia saat ini tengah menghadapi tekanan akibat konflik dan ketegangan geopolitik yang semakin rumit. Tekanan global ini mengharuskan negara-negara untuk tetap waspada, namun berhati-hati dalam menjaga kedaulatan dan hubungan internasional mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden dalam sambutannya pada acara peresmian sejumlah program infrastruktur nasional yang disiarkan secara hibrida dari Bogor, Jawa Barat. Presiden menekankan bahwa Indonesia memilih untuk tidak berpihak kepada blok kekuatan manapun dan menolak untuk terlibat dalam aliansi militer yang dapat memperburuk ketegangan global. Pendekatan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjaga kebijakan luar negeri yang independen sambil menjalin hubungan yang baik dengan seluruh negara di dunia.

Presiden juga menyampaikan bahwa eskalasi konflik di berbagai wilayah, termasuk Timur Tengah, menjadi indikasi bahwa situasi global saat ini sangat dinamis dan penuh tantangan. Indonesia menyadari dampak dari ketegangan tersebut, namun tetap berpegang pada prinsip bebas dan aktif dalam diplomasi. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mengutamakan kepentingan nasional, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Lebih lanjut, Presiden menambahkan bahwa prinsip politik luar negeri bebas aktif juga mencerminkan nilai-nilai toleransi dan penghormatan antarbangsa. Indonesia menghormati semua negara, tanpa membedakan ukuran atau kekuatan, dan menjunjung tinggi hak setiap bangsa untuk membuat keputusan secara independen. Kebijakan ini sejalan dengan filosofi diplomasi Indonesia yang telah dikenal di dunia internasional.

Melalui pendekatan ini, Indonesia berupaya menjaga kedekatan diplomatik sambil tetap teguh pada prinsip nonblok, sehingga dapat berkontribusi secara konstruktif dalam penyelesaian konflik dan ketegangan global melalui jalur diplomasi.

📌 Sumber Berita : Infopublik.id

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Bertemu di Grahadi, Bahas Stabilitas Keamanan dan Kesejahteraan Warga

24 October 2026 - 02:13 WIB

Soroti Serapan 24,46 Juta Pekerja Jatim, Gubernur Khofifah Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri Besutan Kapolri

17 October 2026 - 12:11 WIB

Gubernur Khofifah Sambut Kembalinya Dua Putra Daerah Jatim dalam Acara Kenal Pamit Kapolda di Surabaya

14 October 2026 - 07:07 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan