Menu

Dark Mode
Pelantikan PW PII Jatim Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi, Gubernur Khofifah Dorong Inovasi Lintas Sektor Jaga Sungai, Jaga Kehidupan, Gubernur Khofifah Dorong Partisipasi Masyarakat Lestarikan Ekosistem Gubernur Khofifah Bersama Deputi Bank Indonesia Lepas Ratusan Peserta Gowes Nusantara 2026 di Surabaya Kuasai Hampir Separuh Mangrove Jawa, Gubernur Khofifah Minta Momen Hari Mangrove Sedunia Jadi Aksi Nyata Kolaboratif Diperkuat Simulasi Standar Internasional, Gubernur Khofifah Targetkan Kontingen LKS Jatim Raih Minimal 20 Emas Jawa Timur Kembali Pimpin Nasional Nilai Transaksi Ekonomi KTH, Gubernur Khofifah Perkuat Hilirisasi dan Akses Pasar

Ekonomi & Bisnis

Wamenkeu: Risiko Global Harus Diantisipasi Secara Proaktif

badge-check


Wamenkeu: Risiko Global Harus Diantisipasi Secara Proaktif Perbesar

Jakarta, Petik – Pemerintah menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi kondisi global yang penuh ketidakpastian. Wakil Menteri Keuangan menyampaikan bahwa tantangan global saat ini semakin kompleks, mulai dari ketegangan geopolitik, fluktuasi ekonomi, hingga pesatnya perkembangan teknologi.

Menurutnya, dinamika global dapat berdampak langsung pada kondisi dalam negeri, seperti pergerakan nilai tukar, tekanan pada sistem keuangan, hingga kenaikan harga energi dan pangan. Karena itu, diperlukan kemampuan untuk mengidentifikasi dan memahami risiko secara menyeluruh dengan mempertimbangkan stabilitas nasional.

Ia menegaskan bahwa manajemen risiko harus dilakukan secara proaktif, tidak sekadar reaktif. Proses ini mencakup identifikasi, mitigasi, serta pemantauan risiko secara berkelanjutan agar potensi gangguan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi krisis.

Selain itu, fleksibilitas kebijakan juga menjadi hal yang krusial. Dalam situasi global yang cepat berubah, pemerintah perlu mampu menyesuaikan strategi fiskal dan kebijakan ekonomi agar tetap relevan dan efektif dalam menjaga stabilitas.

Wamenkeu juga menyoroti meningkatnya kompleksitas risiko global yang dipengaruhi faktor geopolitik, ekonomi, serta perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan dan ancaman siber. Kondisi ini menjadikan ketidakstabilan sebagai karakter utama lanskap global saat ini, sehingga diperlukan pendekatan adaptif berbasis skenario.

Dalam menghadapi hal tersebut, pemerintah Indonesia terus memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk kebijakan fiskal, moneter, dan makroprudensial. Sinergi ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Ia menambahkan, keberhasilan menghadapi ketidakpastian global tidak hanya bergantung pada kekuatan ekonomi, tetapi juga pada kemampuan institusi dalam mengelola risiko dan beradaptasi dengan cepat. Dengan strategi yang tepat, tantangan global dapat diubah menjadi peluang untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Baca Lainnya

Jawa Timur Kembali Pimpin Nasional Nilai Transaksi Ekonomi KTH, Gubernur Khofifah Perkuat Hilirisasi dan Akses Pasar

25 July 2026 - 03:50 WIB

Produk Indonesia Kuasai Rak Indo Market Hong Kong, Gubernur Khofifah Ajak UMKM Jatim Tingkatkan Daya Saing Global

24 July 2026 - 09:05 WIB

Gubernur Khofifah Perluas Jejaring Global Lewat Misi Dagang Jatim–Hong Kong, Transaksi Lampaui Rp12 Triliun

24 July 2026 - 01:24 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis