Jakarta, Petik – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan dinaikkan dalam waktu dekat. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.
Menteri ESDM menyatakan bahwa pemerintah terus mencermati pergerakan harga minyak dunia yang masih fluktuatif akibat berbagai faktor, termasuk kondisi geopolitik. Namun, situasi tersebut belum menjadi alasan untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi.
Senada dengan itu, Menteri Keuangan menegaskan bahwa kondisi APBN masih cukup kuat untuk meredam dampak kenaikan harga energi global. Pemerintah memanfaatkan kebijakan fiskal sebagai penyangga agar masyarakat tidak langsung terdampak oleh lonjakan harga minyak dunia.
Pemerintah juga menilai bahwa kebijakan subsidi energi telah disusun dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk kenaikan harga minyak mentah. Oleh karena itu, keputusan penyesuaian harga tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan melalui evaluasi menyeluruh berdasarkan kondisi rata-rata dalam jangka waktu tertentu.
Selain menjaga harga tetap stabil, pemerintah memastikan ketersediaan pasokan BBM nasional tetap terjamin, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah, termasuk menjelang momen penting seperti Ramadan dan Idulfitri.
Di sisi lain, evaluasi berkala terus dilakukan untuk memantau kondisi fiskal dan perkembangan harga energi global. Hal ini bertujuan agar kebijakan subsidi tetap tepat sasaran, berkelanjutan, dan tidak membebani keuangan negara.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap stabilitas harga BBM dapat terjaga sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar tanpa tambahan beban biaya. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.



















