Menu

Dark Mode
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Pastikan Evakuasi Berjalan Terpadu BI Mengajar 2026 di SMAN Taruna Nala, Khofifah dan Destry Damayanti Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Zaman Gubernur Khofifah Siapkan Penguatan Talenta Cyber Security, Siswa Jatim Diproyeksikan Lanjut Studi hingga Internasional Gubernur Khofifah dan Menko AHY Resmikan Penataan Kawasan Kumuh Campurejo, Tingkatkan Kualitas Hidup 1.152 Warga Kenang 79 Tahun Perjuangan TRIP, Gubernur Khofifah: Usia Muda Bukan Penghalang untuk Berkontribusi bagi Indonesia HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemprov Jatim Bebaskan Sejumlah Pajak dan Sanksi Administratif, Gubernur Khofifah: Ringankan Beban Masyarakat

Sosial & Budaya

HIKAM Jombang Gelar Halal Bihalal di Ponpes Umar Zahid, Perkuat Ukhuwah dan Teladani Perjalanan Hidup Abah Djamal

badge-check


HIKAM Jombang Gelar Halal Bihalal di Ponpes Umar Zahid, Perkuat Ukhuwah dan Teladani Perjalanan Hidup Abah Djamal Perbesar

JOMBANG, 9 APRIL 2026 – Himpunan Keluarga Alumni Al-Muhibbin (HIKAM) Kabupaten Jombang menggelar Halal Bihalal bersama Pengasuh di Masjid Pondok Pesantren Umar Zahid, Semelo, Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kamis (9/4) malam. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan dihadiri alumni, jamaah pengajian, serta masyarakat sekitar.

Acara diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Yusuf Hidayat Al Hafidz, mengalirkan doa untuk para masyayikh, khususnya Romo KH. Moch Djamaluddin Ahmad, pendiri Bumi Damai Al-Muhibbin, yang akrab disapa Abah Djamal.

Dalam sambutan pembukaan, tuan rumah sekaligus perwakilan panitia, KH. Saiful Hidayat, Lc., M.H.I (Gus Saiful), mengajak seluruh alumni dan jamaah untuk meneladani keistiqamahan Abah Djamal dalam menjalankan ibadah dan pengajian.

“Keistiqamahan Abah Djamal itu luar biasa. Dalam kondisi apapun beliau tetap menjaga ibadah dan pengajian. Ini yang harus kita teladani,” ungkapnya.

Memasuki acara inti, Mauidzoh Hasanah disampaikan oleh KH. Moch Idris Djamaluddin yang akrab disapa Kyai Idris Djamal. Dalam taujihatnya, beliau mengisahkan keteladanan Abah Djamal sejak usia dini.

“Sejak kecil, Abah sudah _wira’i_. Bahkan saat umur 11–12 tahun, ketika mondok di Kiai Abu Amar Combre Nganjuk, setelah makan bersama beliau selalu meminta teman-temannya menghalalkan makanan yang ikut termakan,” tuturnya.

Beliau juga menambahkan bahwa sejak kecil Abah Djamal telah menjaga adab layaknya seorang kiai. “Beliau tidak pernah memakai baju lengan pendek. Ke mana pun selalu berpakaian rapi dan sopan,” imbuhnya.

Kyai Idris Djamal kemudian mengisahkan perjalanan mondok Abah Djamal di Tambakberas selama enam tahun. Niat beliau sejak awal adalah mencari ilmu yang bermanfaat, bukan sekadar menjadi pintar. “Sejak kelas dua mualimin, Abah sudah mengajar santri putri. Beliau dikenal pintar dan menjadi idola,” kenangnya.

Ia juga menceritakan peristiwa saat Abah Djamal akan dijadikan menantu oleh KH. Abdul Fattah, namun di sisi lain mendapat pesan dari ibundanya untuk melanjutkan belajar di Lasem. Dalam situasi tersebut, Abah Djamal memilih tetap taat pada guru sebagai murobbi ruh. “Kalau ada pertentangan antara orang tua dan guru, maka yang didahulukan adalah guru, karena guru mendidik ruh kita,” jelasnya.

Perjalanan hidup tersebut berlanjut hingga pada tahun 1970 Abah Djamal menikah, dan pada tahun 1974 mulai merintis tempat pendidikan yang kemudian menjadi cikal bakal Al-Muhibbin. “Tahun 1974 itulah awal berdirinya Al-Muhibbin, dari niat yang tulus dan proses panjang yang penuh perjuangan,” ungkapnya.

Selanjutnya, sambutan dan pengarahan disampaikan oleh Ketua Umum HIKAM Pusat, KH. Nur Hadi (Mbah Bolong). Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa alumni Al-Muhibbin harus memiliki lima sikap utama. “HIKAM harus memiliki lima sikap: _Munadzdzim, Murobbi, Mujaddid, Mujahid, dan Mu’tsir,_” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa alumni harus mampu menata diri _(munadzdzim)_, menjadi pendidik sekaligus pemersatu _(murobbi)_, adaptif dan inovatif _(mujaddid)_, memiliki daya juang dalam dakwah _(mujahid)_, serta rela berkorban dan mendahulukan orang lain _(mu’tsir)_.

“Jangan sampai alumni justru memecah belah. Kita harus menjadi perekat umat,” pesannya.

Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Kyai Idris Djamal, dilanjutkan dengan mushofahah atau saling bersalaman sebagai simbol saling memaafkan dalam suasana Idul Fitri.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh masyarakat sekitar serta jamaah pengajian rutin Al Hikam di Ponpes Umar Zahid, yang dahulu diasuh langsung oleh Romo KH. Moch Djamaluddin Ahmad dan kini dilanjutkan oleh KH. Saiful Hidayat. Selain itu, jajaran Pengurus Pusat HIKAM juga turut hadir memperkuat semangat silaturahim.

Melalui Halal Bihalal ini, HIKAM Jombang tidak hanya mempererat ukhuwah antaralumni, tetapi juga meneguhkan kembali nilai keistiqamahan, adab, dan keteladanan Abah Djamal sebagai fondasi utama dalam menjaga keberkahan hidup dan perjuangan dakwah.

 

Baca Lainnya

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Pastikan Evakuasi Berjalan Terpadu

3 August 2026 - 10:10 WIB

Gubernur Khofifah Siapkan Penguatan Talenta Cyber Security, Siswa Jatim Diproyeksikan Lanjut Studi hingga Internasional

2 August 2026 - 07:42 WIB

Gubernur Khofifah dan Menko AHY Resmikan Penataan Kawasan Kumuh Campurejo, Tingkatkan Kualitas Hidup 1.152 Warga

2 August 2026 - 03:55 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya