Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Tegaskan Pelayanan Publik Tetap Optimal Meski WFH ASN Pemprov Jatim Dilaksanakan Setiap Jumat Gubernur Khofifah Serukan Penguatan Kerukunan dan Toleransi pada Peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026 ​Roushon Fikr Jombang Salurkan 960 Paket Qurban Ramah Lingkungan Berlapas Daun Jati Monitoring Langsung di Pasar Klojen, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Bulog dan Pemda untuk Menjamin Pasokan Beras SPHP dan Minyakita Gubernur Khofifah Apresiasi Pecel Madiun hingga Pecel Semanggi yang Turut Angkat Nama Kuliner Jawa Timur di Dunia Penguatan Pusat Antar Universitas Jadi Strategi Baru Tingkatkan Kapasitas Riset dan Pendidikan Tinggi

Ekonomi & Bisnis

Pengaduan Digital Diperkuat untuk Respons Lebih Cepat

badge-check


Pengaduan Digital Diperkuat untuk Respons Lebih Cepat Perbesar

Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyiapkan langkah cepat untuk memperkuat penanganan kejahatan digital yang terus mengalami peningkatan.

Langkah ini dilakukan melalui penguatan sistem pengaduan masyarakat agar lebih cepat, terintegrasi, dan mudah diakses. Pemerintah menilai bahwa peningkatan kasus kejahatan digital, seperti penipuan online, perjudian daring, hingga pemerasan berbasis digital, memerlukan respons yang lebih sigap dan terkoordinasi.

Dalam upaya tersebut, Kemkomdigi dan Polri memperkuat sinergi antar lembaga melalui integrasi sistem pelaporan. Dengan sistem yang lebih terpusat, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi kesulitan dalam menyampaikan laporan, sekaligus mempercepat proses penanganan oleh aparat.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penyederhanaan kanal pengaduan agar masyarakat dapat mengakses layanan melalui satu pintu. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan laporan sekaligus mengurangi waktu respons terhadap kasus yang terjadi.

Penguatan sistem ini juga didukung dengan pemanfaatan teknologi digital, termasuk pengembangan command center yang mampu menerima, memproses, dan menindaklanjuti laporan secara real time. Dengan sistem tersebut, koordinasi antar lembaga dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan digital. Literasi digital dinilai menjadi salah satu kunci dalam mencegah terjadinya kejahatan serta mengurangi jumlah korban.

Melalui langkah terintegrasi ini, pemerintah optimistis penanganan kejahatan digital di Indonesia dapat berjalan lebih efektif, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat di ruang digital.

Baca Lainnya

Monitoring Langsung di Pasar Klojen, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Bulog dan Pemda untuk Menjamin Pasokan Beras SPHP dan Minyakita

30 May 2026 - 08:21 WIB

Verifikasi Wajah Jadi Syarat Registrasi Nomor Baru Mulai 1 Juli 2026 untuk Tekan Kejahatan Digital

30 May 2026 - 00:32 WIB

Pemerintah Ingin Internet Berkualitas dan Terjangkau Bisa Dinikmati Seluruh Lapisan Masyarakat

29 May 2026 - 00:49 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis