Menu ✖

Dark Mode
Hadiri Senam Santri Aswaja di Malang, Gubernur Khofifah Ajak 6.000 Anak PAUD Cintai NKRI Dorong Branding Positif Pesantren, Founder SAKTI Indonesia Imbau Sediakan Kanal Pelaporan Aman Wujudkan Jatim Sehat lewat JKN Awards 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Akses Layanan Kesehatan Merata Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan UMKM, Koperasi, dan Investasi Gelar Pasar Murah ke-218 di Mojoagung, Gubernur Khofifah Ringankan Beban Pengeluaran Warga Jombang JATMAN Jombang Gelar Musyawarah Kubra Harlah ke-69 untuk Perkuat Konsolidasi Pengurus

Ekonomi & Bisnis

Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik Dihapus, Pemerintah Perkuat Ketahanan Industri Nasional

badge-check


Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik Dihapus, Pemerintah Perkuat Ketahanan Industri Nasional Perbesar

Jakarta, Petik – Pemerintah membebaskan bea masuk impor liquefied petroleum gas (LPG) serta sejumlah bahan baku plastik sebagai langkah strategis menjaga stabilitas industri nasional di tengah tekanan global dan gangguan pasokan bahan baku.

Kebijakan tersebut diambil untuk membantu sektor industri, khususnya petrokimia dan manufaktur, yang saat ini menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku serta terbatasnya pasokan akibat dinamika geopolitik internasional.

Melalui kebijakan ini, tarif bea masuk impor LPG diturunkan dari 5 persen menjadi 0 persen. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bahan baku bagi industri refinery yang selama ini bergantung pada nafta.

Selain LPG, pemerintah juga menetapkan tarif bea masuk 0 persen terhadap sejumlah bahan baku plastik, seperti polypropylene, polyethylene, linear low-density polyethylene (LLDPE), dan high-density polyethylene (HDPE). Kebijakan ini diarahkan untuk menekan lonjakan biaya produksi industri kemasan.

Pemerintah menilai langkah tersebut penting agar kenaikan harga bahan baku plastik tidak berdampak pada harga produk makanan dan minuman yang banyak menggunakan kemasan plastik.

Kebijakan pembebasan bea masuk itu akan diberlakukan selama enam bulan ke depan mulai Mei 2026. Setelah masa evaluasi berakhir, pemerintah akan meninjau kembali efektivitas kebijakan sesuai perkembangan ekonomi global dan kebutuhan industri nasional.

Pemerintah menegaskan akan terus mengambil langkah cepat dan adaptif guna menjaga daya saing industri, memperkuat rantai pasok, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Lainnya

Gelar Pasar Murah ke-218 di Mojoagung, Gubernur Khofifah Ringankan Beban Pengeluaran Warga Jombang

1 November 2026 - 06:49 WIB

Gubernur Khofifah Optimis Produk UKM Jatim Mampu Bersaing dan Berjaya di Pasar Internasional

31 October 2026 - 08:08 WIB

Gubernur Khofifah Dekatkan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau Bagi Masyarakat Pacitan

27 October 2026 - 01:53 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis