Menu ✖

Dark Mode
Perkuat Sinergi Forkopimda, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Silaturahmi Harakiyah Bersama Kodam V/Brawijaya Libatkan 102 Perusahaan, Gubernur Khofifah Dorong Pencari Kerja Hadiri Job Fair Inklusif 2026 HIKAM Siapkan Apresiasi Kinerja Pengurus Daerah pada Haul ke-5 Abah Yai Djamal Biro Adpim Jatim dan DSC Siap Gelar Halaqah Santri Digital 2026 di Jombang Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Gubernur Khofifah Ajak Generasi Muda Kuatkan Empati dan Kegigihan Gubernur Khofifah Apresiasi Program SIKAP Jatim yang Sukses Sabet Penghargaan Inovasi Membangun Negeri

Ekonomi & Bisnis

Dana Stabilitas Obligasi Kembali Diaktifkan untuk Redam Tekanan Rupiah

badge-check


Dana Stabilitas Obligasi Kembali Diaktifkan untuk Redam Tekanan Rupiah Perbesar

Jakarta – Pemerintah berencana mengaktifkan kembali dana stabilisasi obligasi atau bond stabilization fund sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar Surat Berharga Negara (SBN) sekaligus mengantisipasi tekanan terhadap rupiah akibat meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah. (Infopublik)
Dana stabilisasi obligasi itu nantinya digunakan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah di pasar sekunder guna menjaga stabilitas harga obligasi dan menekan risiko kerugian modal bagi investor.

Menurut Purbaya, instrumen tersebut sebenarnya sudah dimiliki pemerintah sejak lama, namun belum pernah dioperasikan secara aktif. Pemerintah kini menilai pengaktifan kembali dana tersebut diperlukan untuk memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dalam beberapa bulan terakhir berpotensi memicu arus keluar modal asing. Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah jika tidak diantisipasi secara tepat.

Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia dalam pelaksanaan kebijakan tersebut guna memastikan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter tetap berjalan optimal dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Selain menjaga pasar obligasi, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar mata uang dunia.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Dekatkan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau Bagi Masyarakat Pacitan

27 October 2026 - 01:53 WIB

Hasilkan Rp1,218 Triliun, Gubernur Khofifah Sebut Misi Dagang Jatim-Aceh Bukan Proses Instan

19 October 2026 - 12:43 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia, Gubernur Khofifah Ajak Pemangku Kepentingan Perkuat Sektor Pangan Jatim

16 October 2026 - 06:39 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis