Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Siapkan Penguatan Talenta Cyber Security, Siswa Jatim Diproyeksikan Lanjut Studi hingga Internasional Gubernur Khofifah dan Menko AHY Resmikan Penataan Kawasan Kumuh Campurejo, Tingkatkan Kualitas Hidup 1.152 Warga Kenang 79 Tahun Perjuangan TRIP, Gubernur Khofifah: Usia Muda Bukan Penghalang untuk Berkontribusi bagi Indonesia HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemprov Jatim Bebaskan Sejumlah Pajak dan Sanksi Administratif, Gubernur Khofifah: Ringankan Beban Masyarakat Akad Massal KPR Sejahtera Disaksikan Presiden Prabowo, Khofifah Pastikan Ekosistem Rumah Subsidi Jatim Terus Diperkuat Perkuat Stabilitas Harga Pangan, Gubernur Khofifah Kembali Gelar Pasar Murah di Kabupaten Tuban

Sosial & Budaya

Gubernur Khofifah Dorong Mutu Pendidikan dengan Rehabilitasi dan Revitalisasi Puluhan Sekolah

badge-check


Gubernur Khofifah Dorong Mutu Pendidikan dengan Rehabilitasi dan Revitalisasi Puluhan Sekolah Perbesar

TULUNGAGUNG, 15 MEI 2026 – Gubernur Khofifah Indar Parawansa meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi SMA, SMK dan SLB negeri swasta wilayah Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Pacitan, yang dipusatkan di SMKN 1 Tulungagung pada Kamis, (14/5). 

Total ada sebanyak 45 sekolah yang telah selesai dilakukan rehabilitasi dan revitalisasi dengan anggaran Rp 46,9 miliar. Dengan rincian, Kabupaten Tulungagung sebanyak 20 lembaga dengan nilai Rp 23,2 miliar, kemudian Kabupaten Trenggalek sebanyak 11 lembaga senilai Rp 8,5 miliar dan Kabupaten Pacitan sebanyak 13 lembaga senilai Rp 15,1 miliar.

Melalui rehabilitasi dan revitalisasi ini, Gubernur Khofifah membuktikan komitmen untuk terus meningkatan kualitas layanan sekaligus mentransformasi pendidikan dengan melakukan rehabilitasi dan revitalisasi SMA, SMK, dan SLB Negeri/Swasta di Jawa Timur.

Cakupan program rehabilitasi SMA meliputi ruang kelas, toilet, ruang administrasi, laboratorium biologi, pembangunan ruang kelas baru, pembangunan perpustakaan. 

Sedangkan untuk SMK meliputi pembangunan ruang praktik siswa, pembangunan ruang kelas baru, UKS, toilet, ruang komputer, ruang BK, ruang OSIS dan laboratorium IPA. Selain itu SLB mencakup rehabilitasi ruang kelas, ruang ketrampilan, toilet, perpustakaan, ruang baru dan tempat ibadah. 

“Perhatian kita terhadap dunia pendidikan tidak setengah-setengah. Tetapi melihat perkembangan pendidikan nyata terkait mutu dan kualitas siswa Jawa Timur harus belajar di ruang yang aman, sehat sehingga memuliakan martabat mereka sebagai generasi penerus bangsa,” kata Khofifah. 

Menurut Khofifah, momentum revitalisasi dan rehabilitasi bukan sekadar seremoni peresmian sarana dan prasarana, melainkan penegasan komitmen bersama bahwa pendidikan adalah prioritas utama dalam membangun sumber daya manusia Jawa Timur yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

"Revitalisasi sekolah bukan sekadar mengecat dinding yang kusam, memperbaiki gedung, atau mengganti fasilitas yang rusak. Lebih dari itu, revitalisasi adalah ikhtiar menghadirkan harapan baru bagi anak-anak Jawa Timur," jelasnya. 

Melalui program revitalisasi dan rehabilitasi, Khofifah berharap pendidikan menjadi solusi utama untuk memutus rantai kemiskinan dan membangun peradaban bangsa. 

"Setiap rupiah yang kita keluarkan untuk pendidikan sejatinya bukanlah biaya belanja, melainkan investasi terbaik bagi masa depan anak-anak kita," pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai menambahkan, revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana di SMK, SMA dan SLB merupakan komitmen pemerintah karena pendidikan mendapat perhatian serius untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang semakin baik. 

"Bukan sekadar memperbaiki fisik melainkan komitmen membangun ekosistem pendidikan berkualitas. Setiap tahun harus tersentuh dan ditingkatkan sarana prasarana agar mereka semangat belajar serta menumbuhkan karakter siswa yang produktif," tandasnya. 

Hal senada disampaikan Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mendukung sinergi pendidikan pemerintah pusat, provinsi dan seluruh pemangku kepentingan. "Memperkuat kolaborasi dan mencapai pendidikan advokasi yang berdaya saing sehingga mendukung pembangunan daerah secara keseluruhan," tutupnya. 

Turut dilakukan penandatanganan prasasti SMK, SMA dan SLB negeri dan swasta di tiga kabupaten dilanjutkan penyerahan bantuan biaya pendidikan kepada 30 siswa siswi pelajar SMA/SMK Kabupaten Trenggalek, Pacitan dan Tulungagung oleh Gubernur Khofifah didampingi Plt Bupati Tulungagung serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. 

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siapkan Penguatan Talenta Cyber Security, Siswa Jatim Diproyeksikan Lanjut Studi hingga Internasional

2 August 2026 - 07:42 WIB

Gubernur Khofifah dan Menko AHY Resmikan Penataan Kawasan Kumuh Campurejo, Tingkatkan Kualitas Hidup 1.152 Warga

2 August 2026 - 03:55 WIB

Kenang 79 Tahun Perjuangan TRIP, Gubernur Khofifah: Usia Muda Bukan Penghalang untuk Berkontribusi bagi Indonesia

1 August 2026 - 11:35 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya