Menu ✖

Dark Mode
Perkuat Sinergi Forkopimda, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Silaturahmi Harakiyah Bersama Kodam V/Brawijaya Libatkan 102 Perusahaan, Gubernur Khofifah Dorong Pencari Kerja Hadiri Job Fair Inklusif 2026 HIKAM Siapkan Apresiasi Kinerja Pengurus Daerah pada Haul ke-5 Abah Yai Djamal Biro Adpim Jatim dan DSC Siap Gelar Halaqah Santri Digital 2026 di Jombang Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Gubernur Khofifah Ajak Generasi Muda Kuatkan Empati dan Kegigihan Gubernur Khofifah Apresiasi Program SIKAP Jatim yang Sukses Sabet Penghargaan Inovasi Membangun Negeri

Ekonomi & Bisnis

Tidak Ada Pergantian Menteri Keuangan, Investor Kembali Optimistis terhadap Prospek Ekonomi Indonesia

badge-check


Tidak Ada Pergantian Menteri Keuangan, Investor Kembali Optimistis terhadap Prospek Ekonomi Indonesia Perbesar

Jakarta, Petik – Penguatan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (9/6/2026) mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap stabilitas kebijakan ekonomi nasional. Sentimen positif tersebut muncul seiring meredanya spekulasi mengenai reshuffle kabinet, khususnya terkait isu pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Pada penutupan perdagangan, rupiah tercatat menguat ke level Rp18.058 per dolar Amerika Serikat setelah sebelumnya mengalami tekanan. Di saat yang sama, IHSG juga ditutup di zona hijau dengan kenaikan yang cukup signifikan, menandakan optimisme investor terhadap kondisi ekonomi domestik.

Sejumlah ekonom menilai bahwa kepastian arah kebijakan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pelaku pasar. Berkurangnya ketidakpastian politik dinilai membantu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, terutama bagi investor yang mencermati keberlanjutan kebijakan fiskal dan pengelolaan ekonomi nasional.

Selain didorong sentimen politik yang lebih stabil, penguatan pasar juga dipengaruhi oleh aksi beli investor setelah sebelumnya terjadi koreksi harga di pasar keuangan. Kondisi tersebut dimanfaatkan sebagian pelaku pasar untuk melakukan akumulasi aset, sehingga mendorong penguatan rupiah maupun pergerakan positif IHSG.

Meskipun demikian, para pengamat mengingatkan bahwa dinamika pasar keuangan tetap dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti arus modal asing, kebijakan suku bunga, kondisi ekonomi global, pergerakan dolar Amerika Serikat, serta ekspektasi terhadap langkah pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Ke depan, konsistensi kebijakan ekonomi dan fiskal dinilai akan menjadi faktor utama dalam mempertahankan kepercayaan investor. Kepastian regulasi, prospek pertumbuhan ekonomi yang positif, serta iklim investasi yang sehat diharapkan mampu menjaga momentum penguatan pasar dan mendukung ketahanan ekonomi nasional.

Sumber: InfoPublik.id

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Dekatkan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau Bagi Masyarakat Pacitan

27 October 2026 - 01:53 WIB

Hasilkan Rp1,218 Triliun, Gubernur Khofifah Sebut Misi Dagang Jatim-Aceh Bukan Proses Instan

19 October 2026 - 12:43 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia, Gubernur Khofifah Ajak Pemangku Kepentingan Perkuat Sektor Pangan Jatim

16 October 2026 - 06:39 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis