Menu

Dark Mode
Penguatan Diseminasi Informasi Jadi Fokus, Gubernur Khofifah Bahas Kolaborasi Strategis dengan ANTARA Dari Women’s Leadership Forum, Khofifah Tegaskan Kepemimpinan Perempuan Harus Berorientasi pada Dampak dan Keadilan Kabag Humas Pemprov Jatim Zainal Muttaqin Dorong Penguatan Kompetensi SDM Humas Pemerintah Hadapi Disrupsi Teknologi Pelantikan PW PII Jatim Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi, Gubernur Khofifah Dorong Inovasi Lintas Sektor Jaga Sungai, Jaga Kehidupan, Gubernur Khofifah Dorong Partisipasi Masyarakat Lestarikan Ekosistem Gubernur Khofifah Bersama Deputi Bank Indonesia Lepas Ratusan Peserta Gowes Nusantara 2026 di Surabaya

Sosial & Budaya

BMKG Perkirakan Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang, Sektor Pertanian Diminta Bersiap

badge-check


BMKG Perkirakan Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang, Sektor Pertanian Diminta Bersiap Perbesar

Jakarta, Petik – Puncak musim kemarau 2026 diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus dan berpotensi berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Kondisi ini perlu diantisipasi sejak dini oleh pemerintah, pelaku usaha, petani, serta masyarakat agar dampaknya dapat diminimalkan.

Berdasarkan prediksi BMKG, sekitar 83 zona musim diperkirakan mencapai puncak kemarau pada Juli 2026. Sementara itu, sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026, mencakup hampir setengah wilayah daratan nasional.

Wilayah yang diperkirakan mengalami puncak kemarau pada Agustus antara lain sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Adapun sejumlah daerah lainnya diprediksi memasuki puncak kemarau pada September 2026.

BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering dan berlangsung lebih lama akibat potensi berkembangnya fenomena El Nino yang diperkirakan dapat bertahan hingga awal 2027.

Menghadapi kondisi tersebut, berbagai sektor diminta melakukan langkah mitigasi. Sektor pertanian diimbau menyesuaikan jadwal tanam serta menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan. Sementara itu, sektor sumber daya air perlu memperkuat pengelolaan cadangan air, memperbaiki sistem distribusi, dan memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.

Masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan kesehatan akibat suhu udara yang lebih tinggi.

Informasi prediksi iklim ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menyusun langkah antisipasi guna mengurangi risiko yang dapat timbul selama musim kemarau 2026.

Sumber: InfoPublik.id

Baca Lainnya

Penguatan Diseminasi Informasi Jadi Fokus, Gubernur Khofifah Bahas Kolaborasi Strategis dengan ANTARA

28 July 2026 - 08:39 WIB

Dari Women’s Leadership Forum, Khofifah Tegaskan Kepemimpinan Perempuan Harus Berorientasi pada Dampak dan Keadilan

28 July 2026 - 01:36 WIB

Kabag Humas Pemprov Jatim Zainal Muttaqin Dorong Penguatan Kompetensi SDM Humas Pemerintah Hadapi Disrupsi Teknologi

28 July 2026 - 01:11 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya