Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah: Data Statistik Akurat Fondasi Pembangunan dan Penentu Kebijakan yang Presisi Perisai Anak Jawa Timur Resmi Diluncurkan, Gubernur Khofifah Ajak Semua Pihak Wujudkan Ruang Digital Aman bagi Anak Penguatan Diseminasi Informasi Jadi Fokus, Gubernur Khofifah Bahas Kolaborasi Strategis dengan ANTARA Dari Women’s Leadership Forum, Khofifah Tegaskan Kepemimpinan Perempuan Harus Berorientasi pada Dampak dan Keadilan Kabag Humas Pemprov Jatim Zainal Muttaqin Dorong Penguatan Kompetensi SDM Humas Pemerintah Hadapi Disrupsi Teknologi Pelantikan PW PII Jatim Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi, Gubernur Khofifah Dorong Inovasi Lintas Sektor

Ekonomi & Bisnis

Perempuan Muda Pelaku Usaha Ultra Mikro Diperkuat melalui Kolaborasi Bappenas dan UNDP

badge-check


Perempuan Muda Pelaku Usaha Ultra Mikro Diperkuat melalui Kolaborasi Bappenas dan UNDP Perbesar

Jakarta, Petik – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia memperkuat komitmen dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan muda melalui berbagai program yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro.

Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program Youth Ultra-Micro Entrepreneurs Empowerment (YUMEE) dan Entrepreneurial Skills Development Fund (ESDF). Kedua program ini dirancang untuk membantu perempuan muda meningkatkan kemampuan berwirausaha, memperluas peluang bisnis, serta memperoleh akses pendanaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Bappenas menilai penguatan kewirausahaan perempuan muda memiliki peran strategis dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Selain mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga, pelaku usaha perempuan juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi di tingkat lokal.

Melalui program tersebut, para peserta akan memperoleh berbagai bentuk dukungan, mulai dari pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi akses terhadap sumber pembiayaan. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu perempuan muda menghadapi berbagai tantangan yang selama ini menjadi hambatan dalam mengembangkan usaha, seperti keterbatasan keterampilan, jaringan bisnis, dan modal usaha.

UNDP Indonesia menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan ekosistem yang kuat, perempuan muda diharapkan mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.

Program YUMEE dan ESDF akan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah daerah sebagai tahap awal implementasi. Hasil dari pelaksanaan program tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan dalam penyusunan kebijakan yang mendukung pengembangan kewirausahaan perempuan dan penguatan ekonomi inklusif di Indonesia.

Sumber: InfoPublik

Baca Lainnya

Jawa Timur Kembali Pimpin Nasional Nilai Transaksi Ekonomi KTH, Gubernur Khofifah Perkuat Hilirisasi dan Akses Pasar

25 July 2026 - 03:50 WIB

Produk Indonesia Kuasai Rak Indo Market Hong Kong, Gubernur Khofifah Ajak UMKM Jatim Tingkatkan Daya Saing Global

24 July 2026 - 09:05 WIB

Gubernur Khofifah Perluas Jejaring Global Lewat Misi Dagang Jatim–Hong Kong, Transaksi Lampaui Rp12 Triliun

24 July 2026 - 01:24 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis