Menu

Dark Mode
Program SIKAP di SMAN Taruna Nala Jadi Praktik Nyata Ketahanan Pangan, Gubernur Khofifah Dorong Sekolah Lebih Produktif Penghargaan Nayaka Mahambara untuk Gubernur Khofifah, Jatim Perkuat 28.898 Koperasi Aktif sebagai Pilar Ekonomi Rakyat Gubernur Khofifah Beri Penghargaan 10 Siswa Berprestasi Internasional, Dorong Taruna Nala Terus Ukir Prestasi Khilma Anis Raih Penghargaan Literary, Cinematic, and Women’s Empowerment, Bawa Karya Jember ke Kancah Nasional Gubernur Khofifah dan Kapolri Listyo Sigit Peringati Hari Juang Polri, Hidupkan Kembali Nilai Perjuangan M. Jasin Kabiro Adpim Jatim: Humas Pemerintah Tak Cukup Menyampaikan Informasi, Harus Membangun Kepercayaan Publik

Daerah

Optimalkan Pelayanan, Mendagri Dorong Kepala Daerah Bentuk MPP

badge-check


Optimalkan Pelayanan, Mendagri Dorong Kepala Daerah Bentuk MPP Perbesar

Magelang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong kepala daerah di seluruh Indonesia untuk membentuk Mal Pelayanan Publik (MPP). Menurutnya, MPP tidak hanya dapat mengoptimalkan pelayanan masyarakat, tetapi juga membawa dampak positif bagi pemerintah daerah (Pemda) dalam menarik investasi pihak swasta, yang akan bermuara pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini ditegaskan Mendagri saat membuka acara Retret Kepala Daerah di Lembah Tidar, Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (22/2/2025).

“Maka swastanya, harus diberikan insentif, mulai dari perizinan dipermudah, kemudian dibuat sistem. Harus sudah ada Mal Pelayanan Publik, MPP. [Jadi] jangan dilempar-lempar ke sana kemari,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya MPP, Pemda akan lebih mudah menyelesaikan berbagai macam pelayanan bagi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan perizinan. Oleh karena itu, Mendagri mendorong agar pembentukan MPP segera direalisasikan, khususnya di kabupaten dan kota besar.

“Terutama di kota yang ada perkotaannya, sama kabupaten yang kabupaten besar, wajib itu membuat ada one drop system, pelayanan terpadu satu pintu, Mal Pelayanan Publik. Sehingga semuanya tidak dilempar-lempar ke kepala dinas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mendagri berharap kehadiran MPP dapat mendorong inovasi di tingkat Pemda, antara lain dengan mempermudah perizinan dan menyiapkan infrastruktur, sarana, serta prasarana guna mendukung investasi.

“Siapkan sarana prasarana untuk mereka, supaya berlomba-lomba datang ke tempat teman-teman. Supaya apa? PAD-nya naik, [sehingga] rekan-rekan punya uang untuk membuat program-program,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Mendagri juga memberikan apresiasi kepada MPP Kabupaten Badung, Bali. Ia menilai, MPP Kabupaten Badung telah berhasil memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan menciptakan sistem kantor yang ramah, layaknya pelayanan di bank. “Dia bisa bikin suasananya tidak suasana kantor birokrat,” pujinya.

Oleh karena itu, Mendagri mengimbau daerah lain untuk berlomba-lomba menciptakan terobosan melalui MPP, agar semua pelayanan masyarakat, termasuk perizinan investasi dapat ditangani secara maksimal.

“Nah, ini tolonglah ini penting bagi rekan-rekan supaya ada kepastian, kemudahan. Dan ujungnya nanti swasta akan hidup. Begitu swasta hidup, PAD akan naik, dan swasta juga akan melakukan percepatan pembangunan,” pungkasnya.

Puspen Kemendagri

Baca Lainnya

Kabiro Adpim Jatim: Humas Pemerintah Tak Cukup Menyampaikan Informasi, Harus Membangun Kepercayaan Publik

21 August 2026 - 04:09 WIB

Pengabdian ASN Diperkuat dengan Inovasi, Gubernur Khofifah Dorong SIKAP dan Pengelolaan Sampah Jadi Praktik Baik

19 August 2026 - 07:44 WIB

Pendapatan Jatim Ditargetkan Rp26,49 Triliun dalam P-APBD 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Belanja Pelayanan Publik

12 August 2026 - 01:55 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan