Menu ✖

Dark Mode
Peringati Hari Pangan Sedunia, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Alat Pertanian di Lamongan Kabag Humas Jatim Zainal Muttaqin: Kepercayaan Publik Adalah Ukuran Keberhasilan Komunikasi Pemerintah Dorong Pertanian Berkelanjutan, Penemu Biosaka Beri Pelatihan Langsung kepada Wali Murid di Jombang Momen Hari Jadi Jatim, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan BBM Gratis bagi Pengemudi Ojol di Malang Soroti Serapan 24,46 Juta Pekerja Jatim, Gubernur Khofifah Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri Besutan Kapolri Sukses Gelar Kegiatan Kehumasan Terbanyak, BPC PERHUMAS Surabaya Raya Boyong Penghargaan Nasional

Berita

Dorong Pertanian Berkelanjutan, Penemu Biosaka Beri Pelatihan Langsung kepada Wali Murid di Jombang

badge-check


Dorong Pertanian Berkelanjutan, Penemu Biosaka Beri Pelatihan Langsung kepada Wali Murid di Jombang Perbesar

JOMBANG — Sekolah Al-Fattah kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi masyarakat dan wali murid melalui pendekatan yang aplikatif serta ramah lingkungan. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, institusi pendidikan ini menggelar acara belajar bersama wali murid yang mengusung tema pertanian organik mandiri dengan menghadirkan inovasi Biosaka.
Tak tanggung-tanggung, acara ini mendatangkan langsung sang penemu Biosaka, Muhammad Ansar, asal Blitar, sebagai narasumber utama. Kehadiran tokoh penggerak pertanian organik tersebut berhasil memantik antusiasme tinggi dari para wali murid dan warga sekolah yang hadir.
Dalam pemaparannya, Ansar membagikan kisah inspiratif mengenai awal mula lahirnya Biosaka serta cara pembuatannya yang terbilang sangat mudah dan ekonomis. Ia menegaskan bahwa teknologi ramah lingkungan ini dapat dibuat oleh siapa saja tanpa memerlukan biaya yang mahal.
"Pembuatan biosaka sangatlah mudah dan sederhana. Hanya bermodal segenggam rumput, bisa menjadi 5 liter larutan yang dapat dimanfaatkan untuk lahan seluas 5 hektar," ungkap Ansar di hadapan para peserta yang menyimak dengan seksama.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tidak ada kriteria rumput yang rumit dalam pembuatan Biosaka. Semua jenis rumput dapat digunakan sebagai bahan baku, asalkan memenuhi syarat utama, yaitu dalam kondisi sehat.
Ansar juga merinci bahwa bahan Biosaka diambil dari bagian kulit daun rumput yang benar-benar sehat dan steril dari serangan hama. "Biosaka diambil dari kulit daun rumput yang sehat, dan tanpa ada yang dimakan hama," tambahnya.
Suasana pelatihan semakin interaktif ketika Ansar tidak hanya membahas teknik penyuburan tanaman, tetapi juga membagikan ilmu kesehatan alternatif. Di sela-sela acara, ia turut mengajarkan cara meracik obat herbal dari ekstrak bunga yang dapat dikonsumsi oleh manusia guna membantu menyembuhkan berbagai jenis penyakit.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Al-Fattah berharap para wali murid tidak hanya mendapatkan wawasan baru di bidang pertanian mandiri, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan kemandirian pangan dan kesehatan keluarga yang berkelanjutan.

Baca Lainnya

Doakan Muktamar NU ke 35 Lahirkan Pemimpin yang Alim, Wara’, dan Empati yang tulus kepada Umat.

30 August 2026 - 14:08 WIB

Dari Pengungsian Manggarai, Khofifah Pastikan Anak Korban Gempa Dapat Pendampingan Psikososial

24 August 2026 - 01:52 WIB

Gebyar Seni Jadi Puncak Perpisahan Mahasiswa KPM 08 dan Warga Desa Pandanblole

8 August 2026 - 23:35 WIB

Berita Populer di Berita