Menu

Dark Mode
Jejaring Alumni UNAIR Jadi Jembatan Kolaborasi Jatim–Kaltara, Gubernur Khofifah Buka Peluang Pendidikan hingga Peternakan Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Hidup Aktif, Perkuat Pembinaan Atlet dan Olahraga Inklusif di Jatim Maulidurrasul dan Harlah Ke-80 Muslimat NU, Gubernur Khofifah Serukan Penguatan Peran Perempuan untuk Perdamaian Dunia Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun Gubernur Khofifah Pastikan Tambahan Modal Rp100 Miliar Perkuat Peran Jamkrida Buka Akses Pembiayaan bagi UMKM Gubernur Khofifah Dorong Ketahanan Pangan di Tengah Kemarau, Harga Bahan Pokok di Lumbang Dipangkas

Ekonomi & Bisnis

Arsitektur Pendanaan Baru Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

badge-check


Arsitektur Pendanaan Baru Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Perbesar

Jakarta, Petik — Sejumlah ekonom menilai Indonesia perlu merancang arsitektur pendanaan baru untuk menghadapi perubahan besar dalam sistem ekonomi global yang kian terfragmentasi.

Perubahan tersebut ditandai oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, pergeseran aliansi ekonomi, serta menurunnya ketergantungan pada sistem keuangan global yang sebelumnya terpusat. Kondisi ini menuntut negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk lebih adaptif dalam mengelola sumber pembiayaan pembangunan.

Para ekonom menekankan bahwa Indonesia tidak bisa lagi hanya bergantung pada sumber pendanaan konvensional, terutama yang berbasis dolar AS. Diperlukan strategi yang lebih beragam dan progresif guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional, memperdalam pasar keuangan domestik berbasis rupiah, serta memperluas akses terhadap sumber investasi dan likuiditas. Selain itu, inovasi instrumen pembiayaan juga perlu dikembangkan agar lebih fleksibel dan efisien.

Fragmentasi ekonomi global juga berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan likuiditas dan meningkatkan risiko dalam sistem keuangan internasional. Karena itu, Indonesia didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna sistem, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk sumber pendanaannya sendiri.

Dengan langkah tersebut, Indonesia diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global, sekaligus memanfaatkan peluang dari perubahan struktur ekonomi dunia.

Baca Lainnya

Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun

8 September 2026 - 12:26 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Tambahan Modal Rp100 Miliar Perkuat Peran Jamkrida Buka Akses Pembiayaan bagi UMKM

8 September 2026 - 07:02 WIB

Jangkau 118 Titik di Jatim, Gubernur Khofifah Konsisten Jaga Daya Beli dan Ketahanan Pangan Masyarakat

6 September 2026 - 08:27 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis