Menu ✖

Dark Mode
Hadiri Senam Santri Aswaja di Malang, Gubernur Khofifah Ajak 6.000 Anak PAUD Cintai NKRI Dorong Branding Positif Pesantren, Founder SAKTI Indonesia Imbau Sediakan Kanal Pelaporan Aman Wujudkan Jatim Sehat lewat JKN Awards 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Akses Layanan Kesehatan Merata Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan UMKM, Koperasi, dan Investasi Gelar Pasar Murah ke-218 di Mojoagung, Gubernur Khofifah Ringankan Beban Pengeluaran Warga Jombang JATMAN Jombang Gelar Musyawarah Kubra Harlah ke-69 untuk Perkuat Konsolidasi Pengurus

Ekonomi & Bisnis

Arsitektur Pendanaan Baru Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

badge-check


Arsitektur Pendanaan Baru Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Perbesar

Jakarta, Petik — Sejumlah ekonom menilai Indonesia perlu merancang arsitektur pendanaan baru untuk menghadapi perubahan besar dalam sistem ekonomi global yang kian terfragmentasi.

Perubahan tersebut ditandai oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, pergeseran aliansi ekonomi, serta menurunnya ketergantungan pada sistem keuangan global yang sebelumnya terpusat. Kondisi ini menuntut negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk lebih adaptif dalam mengelola sumber pembiayaan pembangunan.

Para ekonom menekankan bahwa Indonesia tidak bisa lagi hanya bergantung pada sumber pendanaan konvensional, terutama yang berbasis dolar AS. Diperlukan strategi yang lebih beragam dan progresif guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional, memperdalam pasar keuangan domestik berbasis rupiah, serta memperluas akses terhadap sumber investasi dan likuiditas. Selain itu, inovasi instrumen pembiayaan juga perlu dikembangkan agar lebih fleksibel dan efisien.

Fragmentasi ekonomi global juga berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan likuiditas dan meningkatkan risiko dalam sistem keuangan internasional. Karena itu, Indonesia didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna sistem, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk sumber pendanaannya sendiri.

Dengan langkah tersebut, Indonesia diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global, sekaligus memanfaatkan peluang dari perubahan struktur ekonomi dunia.

Baca Lainnya

Gelar Pasar Murah ke-218 di Mojoagung, Gubernur Khofifah Ringankan Beban Pengeluaran Warga Jombang

1 November 2026 - 06:49 WIB

Gubernur Khofifah Optimis Produk UKM Jatim Mampu Bersaing dan Berjaya di Pasar Internasional

31 October 2026 - 08:08 WIB

Gubernur Khofifah Dekatkan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau Bagi Masyarakat Pacitan

27 October 2026 - 01:53 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis