Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur Khofifah Sebut Muslimat NU Berpotensi Menjadi Kekuatan Dakwah Digital Terbesar dengan Jejaring hingga Tingkat Desa Terima Peserta ADEM Papua 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Komitmen Jawa Timur Membangun SDM Indonesia dari Sabang hingga Papua Sebanyak 2.436 Atlet Ramaikan Kejurnas Sepatu Roda Jatim Open I, Gubernur Khofifah Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Berkelanjutan Gubernur Khofifah Apresiasi Penghargaan IDEAS 2026, Tegaskan Komunikasi Publik Harus Membangun Kepercayaan dan Partisipasi Masyarakat

Sosial & Budaya

BMKG Perkirakan Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang, Sektor Pertanian Diminta Bersiap

badge-check


BMKG Perkirakan Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang, Sektor Pertanian Diminta Bersiap Perbesar

Jakarta, Petik – Puncak musim kemarau 2026 diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus dan berpotensi berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Kondisi ini perlu diantisipasi sejak dini oleh pemerintah, pelaku usaha, petani, serta masyarakat agar dampaknya dapat diminimalkan.

Berdasarkan prediksi BMKG, sekitar 83 zona musim diperkirakan mencapai puncak kemarau pada Juli 2026. Sementara itu, sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026, mencakup hampir setengah wilayah daratan nasional.

Wilayah yang diperkirakan mengalami puncak kemarau pada Agustus antara lain sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Adapun sejumlah daerah lainnya diprediksi memasuki puncak kemarau pada September 2026.

BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering dan berlangsung lebih lama akibat potensi berkembangnya fenomena El Nino yang diperkirakan dapat bertahan hingga awal 2027.

Menghadapi kondisi tersebut, berbagai sektor diminta melakukan langkah mitigasi. Sektor pertanian diimbau menyesuaikan jadwal tanam serta menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan. Sementara itu, sektor sumber daya air perlu memperkuat pengelolaan cadangan air, memperbaiki sistem distribusi, dan memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.

Masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan kesehatan akibat suhu udara yang lebih tinggi.

Informasi prediksi iklim ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menyusun langkah antisipasi guna mengurangi risiko yang dapat timbul selama musim kemarau 2026.

Sumber: InfoPublik.id

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital

13 July 2026 - 12:36 WIB

Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur

13 July 2026 - 04:11 WIB

Khofifah Sebut Muslimat NU Berpotensi Menjadi Kekuatan Dakwah Digital Terbesar dengan Jejaring hingga Tingkat Desa

12 July 2026 - 10:53 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya