Jakarta, Petik — Bank Pembangunan Daerah (BPD) terus didorong untuk mengambil peran lebih strategis sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi di daerah. Hal ini dinilai penting karena BPD memiliki kedekatan dengan pemerintah daerah serta pemahaman yang kuat terhadap potensi ekonomi lokal.
Penguatan peran BPD diarahkan agar tidak hanya berfungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga mampu menjadi pengoordinasi berbagai sektor ekonomi di daerah. Dengan posisi tersebut, BPD diharapkan dapat mengoptimalkan potensi lokal sekaligus mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif.
Otoritas terkait menilai BPD memiliki kontribusi besar dalam pembiayaan sektor produktif, termasuk UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan daya saing BPD menjadi langkah penting untuk memperkuat perannya sebagai agen pembangunan.
Selain itu, kolaborasi antara BPD, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya terus ditingkatkan. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang terintegrasi dan berkelanjutan di tingkat regional.
Penguatan peran BPD juga sejalan dengan upaya regulator dalam mendorong bank daerah agar lebih kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjalankan fungsi intermediasi secara optimal.
Dengan langkah tersebut, BPD diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara menyeluruh.



















