Menu ✖

Dark Mode
Gubernur Khofifah Gelar Baksos dan Kucurkan Bansos Rp19,631 Miliar di Kraksaan Probolinggo Bersama Tokoh Dunia, Gubernur Khofifah Anugerahi Fatima Al-Fihriya Award 2026 di Surabaya Gubernur Khofifah: Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,83 Persen Harus Dirasakan Seluruh Lapisan Masyarakat Majalah Prasetya Bawa Biro Adpim Jatim Raih Gold Winner InMA SPS Awards 2026 di Samarinda Kirim 505 Sekolah Terbanyak, Jatim Disabet Penghargaan ImagiNation 2026 dan Dipuji Gubernur Khofifah Siapkan Rp600 Miliar Mulai 2027, Gubernur Khofifah Tekankan Efisiensi Budget Pilgub Jatim

Ekonomi & Bisnis

Ekonomi Digital Pilar Penting Pertumbuhan Ekonomi Nasional

badge-check


Ekonomi Digital Pilar Penting Pertumbuhan Ekonomi Nasional Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus mendorong transformasi digital di sektor pelayanan publik, salah satunya melalui penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, guna menciptakan birokrasi yang adaptif, responsif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Langkah ini diwujudkan melalui berbagai program pelatihan, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan platform digital yang mendukung ASN agar mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses kerja, meningkatkan kualitas layanan publik, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan di ruang digital.

“Saya senang melihat ASN muda hadir dan memanfaatkan ruang Kemenko Perekonomian untuk pelatihan digital. Generasi ini berbeda, penuh semangat, dan siap menjadi pelaku utama transformasi digital Pemerintah,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara “Gen Matic (Generasi Melek Teknologi) ASN × TikTok Shop by Tokopedia”, Rabu (30/7/2025).

Program Gen Matic ASN tersebut diikuti paling tidak oleh 170 generasi muda dari 10 Kementerian dan Lembaga dan ditujukan untuk mencetak ASN yang tech savvy dalam mendukung kinerja pelayanan publik yang adaptif dan inovatif.

Menko Airlangga dalam kesempatan tersebut juga menyoroti peran ekonomi digital sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Kontribusi sektor digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan mencapai 8 persen dan ditargetkan menjadi sebesar 9-10 persen pada tahun ini, dengan e-commerce menjadi kontributor utama sebesar 72 persen dari total ekonomi digital Indonesia.

“Di era sekarang, penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi diantaranya lewat ekonomi digital. Indonesia merupakan pasar digital terbesar di ASEAN dengan potensi ekonomi digital mencapai 600 miliar dolar AS pada 2030,” jelas Menko Airlangga.

Meski ekonomi digital terus berkembang, saat ini Indonesia masih membutuhkan banyak talenta digital. Dalam empat tahun terakhir, tenaga kerja profesional bidang TIK baru mencapai 0,8% dari total angkatan kerja.

Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas ASN, khususnya dalam konten digital, big data, AI, dan analisis data. Peserta pelatihan juga diharapkan aktif berinovasi, berkolaborasi, dan menerapkan keterampilan digital untuk meningkatkan pelayanan publik yang adaptif dan inklusif.

“ASN generasi Z harus melek teknologi, pintar membuat konten, dan mampu memanfaatkan platform digital, tidak hanya untuk pengembangan diri, tetapi juga untuk memperkuat amplifikasi program-program Pemerintah,” pungkas Menko Airlangga.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah: Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,83 Persen Harus Dirasakan Seluruh Lapisan Masyarakat

7 November 2026 - 03:06 WIB

Gubernur Khofifah Sediakan Pangan Murah di Desa Jatiadi demi Jaga Daya Beli Warga

5 November 2026 - 11:42 WIB

Hasil Misi Dagang Makassar Rp5,693 Triliun, Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Tumbuh Bersama

5 November 2026 - 01:50 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis