Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur Khofifah Sebut Muslimat NU Berpotensi Menjadi Kekuatan Dakwah Digital Terbesar dengan Jejaring hingga Tingkat Desa Terima Peserta ADEM Papua 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Komitmen Jawa Timur Membangun SDM Indonesia dari Sabang hingga Papua Sebanyak 2.436 Atlet Ramaikan Kejurnas Sepatu Roda Jatim Open I, Gubernur Khofifah Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Berkelanjutan Gubernur Khofifah Apresiasi Penghargaan IDEAS 2026, Tegaskan Komunikasi Publik Harus Membangun Kepercayaan dan Partisipasi Masyarakat

Sosial & Budaya

Ekosistem Halal Berikan Nilai Tambah Besar bagi Ekonomi, Kontribusinya Capai Seperempat PDB Nasional

badge-check


Ekosistem Halal Berikan Nilai Tambah Besar bagi Ekonomi, Kontribusinya Capai Seperempat PDB Nasional Perbesar

Jakarta, Petik – Ekosistem halal terus menunjukkan peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui keterkaitan berbagai sektor dalam rantai pasok halal, kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai sekitar 27 persen atau setara Rp4.900 triliun. Capaian tersebut menegaskan bahwa industri halal tidak hanya berkaitan dengan sertifikasi produk, tetapi juga menjadi salah satu pilar penting pembangunan ekonomi nasional.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menjelaskan bahwa dampak ekonomi dari ekosistem halal sering kali tidak terlihat secara langsung oleh masyarakat. Namun, keberadaannya memberikan pengaruh besar terhadap berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari produksi, distribusi, perdagangan, hingga konsumsi di berbagai sektor usaha.

Menurutnya, konsep halal tidak dapat dipahami hanya sebatas sertifikasi makanan dan minuman. Halal mencakup keseluruhan rantai pasok yang melibatkan industri pengolahan, logistik, perdagangan, serta berbagai sektor jasa pendukung lainnya. Karena itu, implementasi Jaminan Produk Halal (JPH) turut mendorong pergerakan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar domestik maupun global.

BPJPH menilai pertumbuhan ekosistem halal mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Ketika industri halal berkembang, sektor produksi, distribusi, perdagangan, hingga ekspor juga ikut terdorong. Kondisi tersebut menghasilkan nilai tambah ekonomi yang lebih besar sekaligus membuka peluang pengembangan usaha bagi jutaan pelaku usaha di berbagai daerah.

Selain aspek ekonomi, halal juga dipandang sebagai sistem nilai yang membangun kepercayaan, integritas, dan kualitas produk. Saat ini, konsep halal tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat Muslim, tetapi juga berkembang sebagai simbol kualitas, kebersihan, keamanan, dan keterlacakan produk yang semakin diakui di tingkat internasional.

Dengan potensi yang terus tumbuh, BPJPH optimistis penguatan ekosistem halal nasional akan semakin meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia. Dukungan dari pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan sektor halal sebagai salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Sumber: InfoPublik

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital

13 July 2026 - 12:36 WIB

Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur

13 July 2026 - 04:11 WIB

Khofifah Sebut Muslimat NU Berpotensi Menjadi Kekuatan Dakwah Digital Terbesar dengan Jejaring hingga Tingkat Desa

12 July 2026 - 10:53 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya