Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Proyek Investasi Siap Tawar dan Iklim Usaha Kondusif untuk Menarik Investor ke Jawa Timur Dukung Pendataan Door to Door BPS, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 Inovasi E-Asesmen Berbasis STEAM Dorong Penguatan Multiliterasi Siswa di SMPN Ngusikan Jombang Buka Rakerprov KONI Jatim, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Pembinaan, Sport Science, Tata Kelola dan Jejaring Olahraga Rakor Dewan Pakar PP IKA UNAIR Hasilkan Gagasan Strategis dan Inovatif, Gubernur Khofifah Optimistis Perkuat Peran Alumni bagi Bangsa Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Detail Plan dan Macro Policy dalam Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

Sosial & Budaya

Hari Lahir Pancasila 2025: Menteri Kebudayaan Tegaskan Komitmen Ideologis Bangsa

badge-check


Hari Lahir Pancasila 2025: Menteri Kebudayaan Tegaskan Komitmen Ideologis Bangsa Perbesar

Jakarta — Dalam suasana penuh khidmat dan semangat kebangsaan, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, memimpin Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 di halaman Kompleks Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Senayan, Jakarta, Minggu (1/6/2025).

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Fadli Zon menyampaikan amanat penting terkait penguatan komitmen ideologis Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan. Kegiatan ini digelar bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan mengusung tema: “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.”

“Pancasila bukan sekadar teks dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia,” tegas Menbud di hadapan peserta upacara.

Fadli Zon menekankan bahwa Pancasila telah menjadi pemersatu lebih dari 280 juta jiwa, dengan latar belakang suku, agama, ras, dan bahasa yang berbeda. Ia menyebut Pancasila sebagai “rumah besar keberagaman Indonesia.” “Kebhinekaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu,” tambahnya.

Menteri Fadli juga menyinggung Asta Cita, delapan agenda prioritas nasional dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, di mana penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM menjadi pilar fundamental.

“Kemajuan tanpa arah ideologis akan goyah. Kemajuan ekonomi tanpa nilai-nilai Pancasila dapat melahirkan ketimpangan. Dan teknologi tanpa bimbingan moral bisa menjerumuskan kita pada dehumanisasi,” jelasnya.

Menbud mengurai strategi revitalisasi Pancasila melalui empat sektor kunci:

  1. Pendidikan
    Menanamkan nilai Pancasila sejak dini, tak hanya lewat pelajaran formal, tetapi lewat budaya sekolah yang menumbuhkan karakter dan integritas.
  2. Birokrasi & Pemerintahan
    Pelayanan publik harus mencerminkan nilai keadilan, transparansi, dan kepedulian terhadap rakyat.
  3. Ekonomi
    Menumbuhkan ekonomi kerakyatan dengan memberdayakan UMKM dan koperasi agar keadilan sosial benar-benar dirasakan seluruh rakyat.
  4. Ruang Digital
    Mendorong etika digital, memerangi hoaks dan ujaran kebencian, serta menjadikan literasi digital sebagai bagian dari praktik gotong royong modern.

Menbud Fadli Zon mengajak seluruh elemen masyarakat, dari pejabat, guru, tokoh agama, pemuda, hingga pelajar untuk menjadi pelaku utama pembumian Pancasila dalam keseharian.

“Jadikan setiap ucapan, tindakan, dan kebijakan kita sebagai cermin semangat Pancasila. Mari terus bergotong-royong menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan menanamkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Fadli Zon menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni, tetapi momentum penting untuk memperkuat arah bangsa.

Baca Lainnya

Rakor Dewan Pakar PP IKA UNAIR Hasilkan Gagasan Strategis dan Inovatif, Gubernur Khofifah Optimistis Perkuat Peran Alumni bagi Bangsa

24 June 2026 - 04:53 WIB

Gubernur Khofifah Launching Kakak Tangguh, Wujudkan Gerakan Satu Keluarga Satu Sarjana Berkualitas di Jawa Timur

22 June 2026 - 06:56 WIB

Raih Peringkat Pertama Nasional di Semua Kategori SCImago 2026, RSUD Dr. Soetomo Jadi Kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia

22 June 2026 - 02:56 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya