Menu ✖

Dark Mode
Gubernur Khofifah Targetkan Prevalensi Stunting Jatim Turun Jadi 12 Persen pada 2029 Sukses Gelar Jatim Bersholawat, Gubernur Khofifah Tampung Antusiasme 20 Ribu Jemaah di Grahadi Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Bertemu di Grahadi, Bahas Stabilitas Keamanan dan Kesejahteraan Warga Gubernur Khofifah Sebut OMC Hingga Water Bombing Terus Dikerahkan untuk Karhutla di Jatim Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Pemerataan Akses Pendidikan Melalui Bantuan Afirmasi di Pacitan Gubernur Khofifah Tinjau Hasil Perbaikan Jalan Napak Tilas Gerilya Jenderal Sudirman di Pacitan

Sosial & Budaya

Harmoni di Tengah Keberagaman Mengokohkan Indonesia

badge-check


Harmoni di Tengah Keberagaman Mengokohkan Indonesia Perbesar

Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Perayaan Natal Nasional 2025 menjadi simbol nyata kuatnya persatuan, toleransi, dan keharmonisan bangsa Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sambutannya pada Perayaan Natal Nasional yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026). Menurut Presiden, perayaan tersebut merupakan momentum penting yang mencerminkan karakter bangsa Indonesia yang rukun dan saling menghargai perbedaan.

“Perayaan ini adalah sebuah kehormatan bagi saya. Momentum ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang rukun dan harmonis, di mana setiap warga saling menghormati,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden mengungkapkan kebanggaannya terhadap nilai toleransi yang telah mengakar kuat sejak masa para pendiri bangsa. Ia mencontohkan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang membangun Masjid Istiqlal—masjid terbesar di Indonesia—dengan menunjuk seorang arsitek beragama Nasrani sebagai wujud nyata persatuan dalam keberagaman.

“Saya sangat bangga dengan teladan para pemimpin bangsa kita. Bung Karno membangun Masjid Istiqlal, dan arsiteknya seorang Nasrani. Hal seperti ini jarang ditemui di negara lain,” tutur Presiden.

Presiden Prabowo juga membagikan sejumlah pengalaman pribadinya yang mencerminkan semangat persaudaraan lintas iman. Ia menuturkan pembangunan masjid di Hambalang yang melibatkan arsitek dan para pekerja beragama Katolik, serta pengalamannya memimpin kelompok musik yang anggotanya berasal dari berbagai latar belakang agama.

Selain itu, Presiden mengenang masa pengabdiannya sebagai prajurit TNI, di mana ia memimpin pasukan dengan latar belakang agama yang beragam. Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara berada di atas perbedaan keyakinan.

“Saat bertugas di militer, anak buah saya berasal dari berbagai agama—Hindu, Katolik, dan Protestan. Saya masih ingat mereka yang gugur saat menjalankan tugas. Ketika diperintahkan maju, mereka tidak bertanya, tetapi langsung melaksanakan tugas,” kenang Presiden.

Menurut Presiden, pengalaman-pengalaman tersebut mencerminkan nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kerja sama, serta menumbuhkan sikap saling mengasihi, menghormati, melindungi, dan memaafkan satu sama lain.

Di akhir sambutannya, Presiden Prabowo secara pribadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia apabila selama ini terdapat perkataan atau sikapnya yang kurang berkenan.

“Sebagai pribadi dan sebagai Presiden Republik Indonesia, saya memohon maaf sebesar-besarnya jika ada kata-kata atau sikap saya yang menyinggung perasaan siapa pun,” ucapnya.

Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bekerja keras dalam mengurangi kemiskinan, meringankan penderitaan rakyat—khususnya di daerah terdampak bencana—serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

“Kami optimistis dan yakin berada di jalan yang benar, berpijak pada kebenaran dan keadilan, demi kebaikan seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Presiden.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Targetkan Prevalensi Stunting Jatim Turun Jadi 12 Persen pada 2029

25 October 2026 - 02:32 WIB

Sukses Gelar Jatim Bersholawat, Gubernur Khofifah Tampung Antusiasme 20 Ribu Jemaah di Grahadi

24 October 2026 - 12:01 WIB

Gubernur Khofifah Sebut OMC Hingga Water Bombing Terus Dikerahkan untuk Karhutla di Jatim

23 October 2026 - 11:37 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya