Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur Khofifah Sebut Muslimat NU Berpotensi Menjadi Kekuatan Dakwah Digital Terbesar dengan Jejaring hingga Tingkat Desa Terima Peserta ADEM Papua 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Komitmen Jawa Timur Membangun SDM Indonesia dari Sabang hingga Papua Sebanyak 2.436 Atlet Ramaikan Kejurnas Sepatu Roda Jatim Open I, Gubernur Khofifah Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Berkelanjutan Gubernur Khofifah Apresiasi Penghargaan IDEAS 2026, Tegaskan Komunikasi Publik Harus Membangun Kepercayaan dan Partisipasi Masyarakat

Ekonomi & Bisnis

Kemenhub Fokus Kembangkan Perkeretaapian Nasional untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

badge-check


Kemenhub Fokus Kembangkan Perkeretaapian Nasional untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Perbesar

Jakarta, Petik – Pemerintah terus mempercepat pengembangan jaringan kereta api nasional guna memperkuat konektivitas antardaerah, meningkatkan efisiensi logistik, serta mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Pengembangan sektor perkeretaapian menjadi bagian penting dari strategi pembangunan transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pembangunan jaringan kereta api tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur transportasi, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas. Kehadiran jaringan rel diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas wilayah, menekan biaya distribusi barang, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Moda transportasi berbasis rel dinilai memiliki keunggulan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Selain lebih efisien dan aman, kereta api juga mampu mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya serta mendukung upaya pengurangan emisi melalui transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api menjadi indikator positif perkembangan sektor ini. Sepanjang 2025, jumlah pengguna kereta api tercatat hampir mencapai 550 juta penumpang atau meningkat sekitar 8,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis rel yang semakin baik.

Saat ini, panjang jaringan kereta api aktif nasional mencapai sekitar 6.927 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah menargetkan perluasan jaringan hingga lebih dari 10 ribu kilometer melalui pembangunan jalur baru serta peningkatan kapasitas dan kualitas layanan yang telah beroperasi.

Pengembangan jaringan perkeretaapian dilakukan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. Di Sumatra, pembangunan difokuskan untuk mendukung angkutan barang dan mobilitas masyarakat. Sementara di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, pengembangan rel diarahkan untuk memperkuat distribusi komoditas unggulan serta mendorong aktivitas ekonomi daerah.

Sejumlah proyek strategis yang menjadi prioritas pemerintah antara lain pengembangan Kereta Api Trans Sumatra, pembangunan kereta api logistik di Kalimantan, optimalisasi operasional Kereta Api Makassar–Parepare, serta pengembangan layanan kereta api perkotaan di berbagai daerah. Di Pulau Jawa, peningkatan kapasitas dilakukan melalui elektrifikasi jalur, pengembangan kereta semi cepat, dan perluasan konektivitas layanan berbasis rel.

Selain melayani angkutan penumpang, pemerintah juga memperkuat layanan kereta logistik dan kereta wisata yang dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Konektivitas berbasis rel diharapkan dapat menghubungkan kawasan industri, sentra pertanian, pelabuhan, bandara, pusat perdagangan, hingga destinasi wisata secara lebih efektif dan efisien.

Pemerintah optimistis pengembangan jaringan kereta api nasional akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing daerah, serta pemerataan pembangunan antarwilayah. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar pembangunan perkeretaapian dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Sumber: InfoPublik.id

Baca Lainnya

Dampingi Wapres Gibran, Gubernur Khofifah Nilai Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi Mampu Tingkatkan Kenyamanan Pedagang dan Pembeli

10 July 2026 - 07:11 WIB

Hadiri Peluncuran B50 Bersama Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah Pastikan Jawa Timur Siap Menjadi Penggerak Transisi Energi Nasional

9 July 2026 - 12:26 WIB

Dipimpin Gubernur Khofifah, Misi Dagang Jatim–Riau Catat Rekor Transaksi Rp1,06 Triliun dan Perkuat Rantai Pasok Nasional

8 July 2026 - 12:17 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis