Menu

Dark Mode
Jejaring Alumni UNAIR Jadi Jembatan Kolaborasi Jatim–Kaltara, Gubernur Khofifah Buka Peluang Pendidikan hingga Peternakan Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Hidup Aktif, Perkuat Pembinaan Atlet dan Olahraga Inklusif di Jatim Maulidurrasul dan Harlah Ke-80 Muslimat NU, Gubernur Khofifah Serukan Penguatan Peran Perempuan untuk Perdamaian Dunia Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun Gubernur Khofifah Pastikan Tambahan Modal Rp100 Miliar Perkuat Peran Jamkrida Buka Akses Pembiayaan bagi UMKM Gubernur Khofifah Dorong Ketahanan Pangan di Tengah Kemarau, Harga Bahan Pokok di Lumbang Dipangkas

Ekonomi & Bisnis

Kemenhub Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Transportasi Publik Berkelanjutan di ASEAN

badge-check


Kemenhub Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Transportasi Publik Berkelanjutan di ASEAN Perbesar

Jakarta, Petik – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong transformasi sistem mobilitas di kawasan ASEAN melalui pengembangan transportasi publik yang bersih, terintegrasi, dan berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan urbanisasi, kemacetan, hingga peningkatan emisi karbon di berbagai negara Asia Tenggara.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Muiz Thohir, menyampaikan bahwa keberhasilan transformasi transportasi di kawasan ASEAN sangat bergantung pada kemampuan menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, efisien, terjangkau, dan inklusif bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah terus memperkuat pengembangan sistem angkutan massal perkotaan dan integrasi antarmoda transportasi.

Saat ini, Kemenhub juga tengah mengembangkan sejumlah proyek Bus Rapid Transit (BRT) bekerja sama dengan World Bank, di antaranya BRT Bandung Basin Metropolitan Area dan BRT Sumatera Utara yang mencakup wilayah Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Pengembangan tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem transportasi publik yang modern sekaligus ramah lingkungan.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah turut memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, operator transportasi, pelaku industri, hingga mitra pembangunan internasional. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem mobilitas yang semakin terhubung dan efisien di kawasan ASEAN.

Muiz menegaskan bahwa transportasi publik berbasis bus masih memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas masyarakat sehari-hari. Oleh sebab itu, pengembangan layanan transportasi diarahkan agar semakin bersih, cerdas, dan mampu menjadi pilihan utama masyarakat dalam beraktivitas.

Pemerintah berharap transformasi mobilitas di kawasan ASEAN dapat berjalan melalui kolaborasi lintas sektor dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. Dengan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan terintegrasi, kualitas hidup masyarakat perkotaan diharapkan semakin meningkat.

Sumber: InfoPublik

Baca Lainnya

Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun

8 September 2026 - 12:26 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Tambahan Modal Rp100 Miliar Perkuat Peran Jamkrida Buka Akses Pembiayaan bagi UMKM

8 September 2026 - 07:02 WIB

Jangkau 118 Titik di Jatim, Gubernur Khofifah Konsisten Jaga Daya Beli dan Ketahanan Pangan Masyarakat

6 September 2026 - 08:27 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis