Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Apresiasi Mega Science Center Jatim Park, Hadirkan Ruang Belajar Interaktif Berbasis AI dan STEM Dari Takziah hingga Pendampingan Pendidikan, Gubernur Khofifah Pastikan Keluarga Korban KM Virgo Mendapat Dukungan Gubernur Khofifah: Transportasi Publik Hubungkan Masyarakat dengan Peluang, Trans Jatim Digratiskan Saat Harhubnas Gubernur Khofifah Apresiasi Perjalanan SBY dari Pengabdian hingga Berkarya melalui Seni Lukis untuk Indonesia Gubernur Khofifah dan Unhan RI Perkuat Kerja Sama, Sinergikan Sains, Ketahanan Pangan, dan Mitigasi Bencana Gubernur Khofifah Usulkan Penguatan Kebijakan LP2B, Pastikan Ketahanan Pangan dan Industrialisasi Berjalan Beriringan

Ekonomi & Bisnis

Kemenhub Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Transportasi Publik Berkelanjutan di ASEAN

badge-check


Kemenhub Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Transportasi Publik Berkelanjutan di ASEAN Perbesar

Jakarta, Petik – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong transformasi sistem mobilitas di kawasan ASEAN melalui pengembangan transportasi publik yang bersih, terintegrasi, dan berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan urbanisasi, kemacetan, hingga peningkatan emisi karbon di berbagai negara Asia Tenggara.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Muiz Thohir, menyampaikan bahwa keberhasilan transformasi transportasi di kawasan ASEAN sangat bergantung pada kemampuan menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, efisien, terjangkau, dan inklusif bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah terus memperkuat pengembangan sistem angkutan massal perkotaan dan integrasi antarmoda transportasi.

Saat ini, Kemenhub juga tengah mengembangkan sejumlah proyek Bus Rapid Transit (BRT) bekerja sama dengan World Bank, di antaranya BRT Bandung Basin Metropolitan Area dan BRT Sumatera Utara yang mencakup wilayah Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Pengembangan tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem transportasi publik yang modern sekaligus ramah lingkungan.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah turut memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, operator transportasi, pelaku industri, hingga mitra pembangunan internasional. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem mobilitas yang semakin terhubung dan efisien di kawasan ASEAN.

Muiz menegaskan bahwa transportasi publik berbasis bus masih memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas masyarakat sehari-hari. Oleh sebab itu, pengembangan layanan transportasi diarahkan agar semakin bersih, cerdas, dan mampu menjadi pilihan utama masyarakat dalam beraktivitas.

Pemerintah berharap transformasi mobilitas di kawasan ASEAN dapat berjalan melalui kolaborasi lintas sektor dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. Dengan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan terintegrasi, kualitas hidup masyarakat perkotaan diharapkan semakin meningkat.

Sumber: InfoPublik

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan

14 September 2026 - 01:42 WIB

Gubernur Khofifah Paparkan Proyeksi Pendapatan Jatim Rp26,4 Triliun, Dorong Penguatan Fiskal dan Digitalisasi Pajak

13 September 2026 - 10:00 WIB

Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun

8 September 2026 - 12:26 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis