Menu

Dark Mode
Gelar Pasar Murah di Ngawi, Gubernur Khofifah Perkuat Upaya Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga Pangan Film Animasi Garuda di Dadaku Bawa Pesan Positif tentang Kebersamaan dan Nasionalisme Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Internasional Bersama Eurasia untuk Mendukung Infrastruktur Rendah Emisi dan Berkelanjutan Menaker Dorong Peningkatan Kompetensi SDM dan Tata Kelola untuk Mendukung Ekosistem Ketenagakerjaan yang Adaptif Bappenas dan GGGI Perkuat Kemitraan Pembangunan Hijau melalui Peluncuran Green Indonesia Future Initiative Tinjau SMAN 4 dan SMKN 1 Madiun, Gubernur Khofifah Cek Langsung Pelaksanaan Verifikasi SPMB

Sosial & Budaya

Kemkomdigi dan DEN Perkuat Perlinsos Digital demi Bantuan Sosial Lebih Efektif dan Akurat

badge-check


Kemkomdigi dan DEN Perkuat Perlinsos Digital demi Bantuan Sosial Lebih Efektif dan Akurat Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat transformasi digital dalam sistem perlindungan sosial melalui penerapan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital berbasis Digital Public Infrastructure (DPI). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Arief Anshori Yusuf menjelaskan bahwa digitalisasi perlindungan sosial menjadi solusi untuk meminimalkan berbagai persoalan dalam distribusi bansos, termasuk kesalahan data penerima maupun masyarakat yang seharusnya menerima bantuan tetapi belum terjangkau.

Melalui sistem berbasis DPI, data kependudukan seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), kartu keluarga, hingga data sosial ekonomi masyarakat akan terintegrasi dalam satu platform digital. Integrasi tersebut dinilai mampu mempercepat proses verifikasi dan meningkatkan akurasi penyaluran bantuan.

Pemerintah menilai selama ini masih terdapat tantangan berupa inclusion error dan exclusion error dalam distribusi bansos. Inclusion error terjadi ketika bantuan diterima pihak yang tidak berhak, sementara exclusion error terjadi ketika masyarakat yang seharusnya menerima bantuan justru tidak mendapatkannya. Kehadiran sistem digital diharapkan dapat menekan kedua persoalan tersebut.

Selain meningkatkan ketepatan sasaran, digitalisasi Perlinsos juga disebut mampu menghadirkan proses penyaluran bansos yang lebih cepat, efisien, serta mudah dipantau secara transparan oleh pemerintah maupun masyarakat. Sistem tersebut juga mendukung penguatan tata kelola data sosial nasional agar lebih terintegrasi dan mutakhir.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam perlindungan sosial menjadi bagian dari percepatan transformasi digital nasional. Pemerintah berharap implementasi DPI dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap program bantuan sosial sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Saat ini, pemerintah terus memperluas uji coba Perlinsos Digital di sejumlah daerah sebagai langkah menuju penerapan nasional secara bertahap. Program tersebut diharapkan mampu mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih efektif.

Sumber : InfoPublik

Baca Lainnya

Film Animasi Garuda di Dadaku Bawa Pesan Positif tentang Kebersamaan dan Nasionalisme

6 June 2026 - 00:40 WIB

Tinjau SMAN 4 dan SMKN 1 Madiun, Gubernur Khofifah Cek Langsung Pelaksanaan Verifikasi SPMB

5 June 2026 - 12:26 WIB

Penguatan Jejak Peradaban Majapahit dan Kepahlawanan Jadi Fokus Pertemuan Gubernur Khofifah dengan Putra Bung Tomo

5 June 2026 - 06:29 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya