Menu ✖

Dark Mode
Sekdaprov Adhy Karyono: Visi Gerbang Baru Nusantara Bukan Jargon, Harus Bawa Dampak dan Manfaat Luas Gubernur Khofifah Hadirkan Bahan Pokok Murah dan Produk IKM bagi Warga Batuputih Laok Sumenep Gubernur Khofifah Perluas Akses Kesehatan Warga Sumenep Lewat Baksos dan Khitanan Massal di Pantai Slopeng Gubernur Khofifah Salurkan Ribuan Liter Air Bersih dan Sarana Penampungan bagi Masyarakat Sumenep Gubernur Khofifah Sambut Kembalinya Dua Putra Daerah Jatim dalam Acara Kenal Pamit Kapolda di Surabaya Gubernur Khofifah Beri Penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 469 ASN Pemprov Jatim

Ekonomi & Bisnis

Konflik Agraria Kawasan Hutan Ditangani Lewat Kerja Sama Antar Kementerian

badge-check


Konflik Agraria Kawasan Hutan Ditangani Lewat Kerja Sama Antar Kementerian Perbesar

Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kehutanan sebagai langkah strategis untuk menangani konflik agraria yang terjadi di kawasan hutan. Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian dalam penyelesaian permasalahan tumpang tindih lahan serta kepastian hukum atas penguasaan tanah.

Melalui MoU tersebut, kedua kementerian berkomitmen untuk menyinergikan data, kebijakan, dan kewenangan masing-masing agar penanganan konflik agraria dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat proses penataan kawasan hutan sekaligus memberikan kejelasan status lahan bagi masyarakat yang terdampak.

Kementerian ATR/BPN menegaskan bahwa konflik agraria di kawasan hutan memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai pihak. Dengan adanya kerja sama ini, penyelesaian konflik tidak hanya berfokus pada aspek administrasi pertanahan, tetapi juga memperhatikan perlindungan lingkungan serta kepentingan sosial masyarakat.

Sementara itu, Kementerian Kehutanan menilai sinergi tersebut penting untuk memastikan pengelolaan kawasan hutan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Penanganan konflik agraria diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian hutan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan yang legal dan berkelanjutan.

Pemerintah berharap kerja sama antara Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Kehutanan ini mampu memberikan solusi nyata terhadap konflik agraria yang selama ini terjadi, meningkatkan kepastian hukum, serta menciptakan tata kelola lahan dan hutan yang lebih tertib dan berkeadilan.

Sumber: Infopublik.id

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Hadirkan Bahan Pokok Murah dan Produk IKM bagi Warga Batuputih Laok Sumenep

15 October 2026 - 11:05 WIB

Peringati Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Kesehatan Guru dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

11 October 2026 - 12:09 WIB

Pasar Murah Jadi Ruang Belanja Hemat Sekaligus Promosi Produk Lokal, Gubernur Khofifah Dorong UMKM Terus Tumbuh

7 October 2026 - 06:36 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis