Menu

Dark Mode
Kenang 79 Tahun Perjuangan TRIP, Gubernur Khofifah: Usia Muda Bukan Penghalang untuk Berkontribusi bagi Indonesia HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemprov Jatim Bebaskan Sejumlah Pajak dan Sanksi Administratif, Gubernur Khofifah: Ringankan Beban Masyarakat Akad Massal KPR Sejahtera Disaksikan Presiden Prabowo, Khofifah Pastikan Ekosistem Rumah Subsidi Jatim Terus Diperkuat Perkuat Stabilitas Harga Pangan, Gubernur Khofifah Kembali Gelar Pasar Murah di Kabupaten Tuban Dorong Transparansi dan Kepercayaan Publik, Kabiro Adpim Jatim Raih Award Kepemimpinan Komunikasi Inklusif 2026 Gubernur Khofifah: SR Terintegrasi Tuban Hadirkan Pendidikan Berkualitas dengan Fasilitas Lengkap dan Ekosistem Pendukung

Sosial & Budaya

Menaker Ajak Kaum Muda Menolak Intoleransi dan Radikalisme melalui Pengamalan Pancasila

badge-check


Menaker Ajak Kaum Muda Menolak Intoleransi dan Radikalisme melalui Pengamalan Pancasila Perbesar

Jakarta, Petik – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman yang hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

Menurut Yassierli, nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai simbol negara maupun materi pendidikan semata. Lebih dari itu, nilai luhur tersebut harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan tindakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda dinilai memiliki peran penting sebagai penerus bangsa untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan zaman.

Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan sebagai sarana refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di tengah perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, serta perubahan global yang berlangsung cepat, Pancasila tetap relevan sebagai pedoman moral sekaligus perekat persatuan bangsa. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat menjadi dasar dalam menjaga toleransi, memperkuat persatuan, dan menciptakan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Yassierli juga mengingatkan pentingnya menolak berbagai bentuk intoleransi, radikalisme, serta tindakan yang berpotensi mengganggu kerukunan nasional. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat kebangsaan dan menjaga persatuan sebagai modal utama menghadapi tantangan masa depan.

Selain itu, aparatur pemerintah diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas dan penyusunan kebijakan publik. Dengan demikian, setiap kebijakan yang dihasilkan dapat mencerminkan prinsip keadilan sosial, memberikan perlindungan kepada kelompok rentan, serta menghadirkan manfaat yang merata bagi seluruh masyarakat.

Sumber: InfoPublik

Baca Lainnya

Kenang 79 Tahun Perjuangan TRIP, Gubernur Khofifah: Usia Muda Bukan Penghalang untuk Berkontribusi bagi Indonesia

1 August 2026 - 11:35 WIB

Dorong Transparansi dan Kepercayaan Publik, Kabiro Adpim Jatim Raih Award Kepemimpinan Komunikasi Inklusif 2026

31 July 2026 - 00:37 WIB

Gubernur Khofifah: SR Terintegrasi Tuban Hadirkan Pendidikan Berkualitas dengan Fasilitas Lengkap dan Ekosistem Pendukung

30 July 2026 - 09:21 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya