Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Detail Plan dan Macro Policy dalam Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Pendapatan Daerah Tembus Rp29,88 Triliun, Gubernur Khofifah Tegaskan Pengelolaan Keuangan Jatim Tetap Akuntabel dan Transparan Gubernur Khofifah Launching Kakak Tangguh, Wujudkan Gerakan Satu Keluarga Satu Sarjana Berkualitas di Jawa Timur Raih Peringkat Pertama Nasional di Semua Kategori SCImago 2026, RSUD Dr. Soetomo Jadi Kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia Gubernur Khofifah: Perempuan Tarekat Adalah Ujung Tombak Penguatan Spiritual, Pendidikan Karakter, dan Solusi Problematika Sosial Gubernur Khofifah Sebut Munas-Konbes NU 2026 Jadi Forum Strategis Merumuskan Solusi Keagamaan dan Kebangsaan di Tengah Tantangan Zaman

Sosial & Budaya

Menko PMK: Kapital Paling Berharga Adalah Manusia, Bukan Sekadar Angka

badge-check


Menko PMK: Kapital Paling Berharga Adalah Manusia, Bukan Sekadar Angka Perbesar

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa manusia adalah kapital paling berharga dalam pembangunan bangsa.

Ia menggarisbawahi bahwa pembangunan seharusnya berpijak pada kualitas hidup rakyat, bukan semata pada angka atau infrastruktur fisik.

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada peluncuran Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) Tahun 2025–2045, di Kantor Bappenas, Jakarta, pada Jumat (11/7/2025).

“Harta yang paling berharga adalah keluarga. Kapital yang paling berharga adalah manusia, human capital. Aset negara yang paling berharga adalah kualitas hidup rakyatnya,” ujar Pratikno.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa saat ini Indonesia berada di puncak bonus demografi. Kondisi ini, menurutnya, hanya berlangsung dalam periode singkat dan harus dimanfaatkan secara optimal agar menjadi dividen pembangunan.

Pratikno menjelaskan konversi bonus demografi menjadi dividen pembangunan harus dijalankan secara menyeluruh dan lintas sektor. Strategi tersebut mencakup tiga dimensi utama: kesejahteraan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Mantan Mensesneg itu menekankan pentingnya pembangunan manusia sebagai fondasi dari kemajuan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kita perlu menyiapkan angkatan kerja yang terampil dan produktif, agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Pratikno.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa menjaga struktur usia penduduk yang seimbang menjadi krusial. Mulai dari memastikan generasi muda tumbuh sehat dan cerdas, hingga menjamin kelompok lanjut usia tetap sehat dan produktif.

Adapun, Pratikno juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan agar tidak terjadi tekanan berlebih di wilayah urban, sekaligus memperkuat pembangunan pedesaan.

“Di era bonus demografi ini, kita memang harus kerja keras betul. Kita jaga bersama agar momentum ini betul-betul bisa kita ubah menjadi dividen pembangunan yang tumbuh secara berkelanjutan dan berkeadilan,” tutupnya.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Launching Kakak Tangguh, Wujudkan Gerakan Satu Keluarga Satu Sarjana Berkualitas di Jawa Timur

22 June 2026 - 06:56 WIB

Raih Peringkat Pertama Nasional di Semua Kategori SCImago 2026, RSUD Dr. Soetomo Jadi Kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia

22 June 2026 - 02:56 WIB

Gubernur Khofifah: Perempuan Tarekat Adalah Ujung Tombak Penguatan Spiritual, Pendidikan Karakter, dan Solusi Problematika Sosial

21 June 2026 - 12:32 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya