Menu

Dark Mode
Perkuat Pangan, Respons Cepat, dan Pembangunan SDM, Gubernur Khofifah Selaraskan Kebijakan Jatim dengan Arahan Presiden Prabowo Gubernur Khofifah Gaungkan Kembali Seruan Perdamaian di Harlah ke-80 Muslimat NU Kalbar Peringatan Hari Pramuka ke-65, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Regenerasi Pelaku Pertanian Jembatan Perintis Garuda Genjeng Hubungkan 40 Desa, Gubernur Khofifah Optimistis Mobilitas Warga Makin Lancar Gubernur Khofifah Buka Kesempatan bagi 4.000 Warga Ikuti Upacara Kemerdekaan di Gedung Negara Grahadi IKA UNAIR Didorong Jadi Penggerak Kolaborasi Lintas Daerah hingga Internasional, Gubernur Khofifah: Jejaring adalah Kekuatan Besar

Ekonomi & Bisnis

Menperin: NZE Manufaktur Dimajukan ke 2050, Industri Hijau Harus Jadi Investasi

badge-check


Menperin: NZE Manufaktur Dimajukan ke 2050, Industri Hijau Harus Jadi Investasi Perbesar

Jakarta – Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menperin RI) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pemerintah memajukan target Net Zero Emission (NZE) sektor manufaktur dari 2060 menjadi 2050. Keputusan itu diambil agar industri Indonesia lebih siap menghadapi persaingan global dan memenuhi tuntutan pasar internasional terhadap produk hijau.

“Alasannya sederhana, kita ingin lebih cepat. Bukan negara kuat yang memakan negara lemah, melainkan negara yang cepat yang akan mengalahkan negara yang lambat. Karena itu, kita tetapkan target 2050 agar produk hijau Indonesia lebih siap bersaing di global market,” kata Agus usai membuka  The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 di Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Menurut Agus, percepatan ini juga mempertimbangkan kesiapan Indonesia dibandingkan dengan negara pesaing seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia. “Kalau kita lihat, justru kita lebih maju dari mereka. Itu sebabnya kita tetapkan target lebih cepat,” tambahnya.

Menperin menegaskan, transformasi menuju industri hijau tidak boleh dianggap sebagai beban biaya (cost), melainkan investasi jangka panjang. Pemerintah, lanjut Agus, tengah menyiapkan sejumlah skema agar transformasi tidak memberatkan industri.

“Kita siapkan konsep GISCO (Green Industry Special Cooperation) sebagai game changer. Nantinya akan ada insentif, termasuk cost recovery, serta pemanfaatan nilai ekonomi karbon yang bisa dinikmati industri ketika beralih ke produk hijau,” jelasnya.

Ia menambahkan, semakin cepat perusahaan masuk ke transformasi hijau, semakin besar peluang produk mereka diterima di pasar global yang kini mensyaratkan dekarbonisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menekankan peran krusial pemerintah daerah dalam mendorong ekonomi sirkular, khususnya terkait pengelolaan sampah.

“Semua sampah itu punya nilai. Oleh karena itu, ke depan penghargaan tidak hanya diberikan pada level provinsi, tapi juga akan menyasar pemerintah kota dan kabupaten sesuai kontribusi mereka dalam ekonomi sirkular,” ujar Agus.

Tahun ini, penghargaan daerah terbaik dalam implementasi industri hijau diberikan kepada Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, yang dinilai berhasil mendukung penerapan prinsip circular economy secara signifikan.

Baca Lainnya

Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat

11 August 2026 - 12:38 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Intervensi Harga Pangan Berkelanjutan, Pasar Murah Disambut Antusias Warga Pasuruan

8 August 2026 - 11:13 WIB

Kunjungan Armada Angkatan Laut RRT ke Surabaya, Gubernur Khofifah Bahas Potensi Kerja Sama Teknologi Maritim

6 August 2026 - 07:02 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis