Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Rawat Toleransi Lewat Indonesia Walk for Peace 2026 Gubernur Khofifah Dorong Mutu Pendidikan dengan Rehabilitasi dan Revitalisasi Puluhan Sekolah Pemerintah Tingkatkan Kemudahan Berusaha demi Menarik Investasi dan Menciptakan Lapangan Kerja Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kepedulian Sosial di Hari Kenaikan Yesus Kristus Gubernur Khofifah Tegaskan Jawa Timur Terus Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Pembangunan Berkelanjutan Kepala Biro Adpim Jatim Dorong Sinergi Humas, Media, dan Komunitas Hadapi Tantangan Era Digital

Ekonomi & Bisnis

Menperin: NZE Manufaktur Dimajukan ke 2050, Industri Hijau Harus Jadi Investasi

badge-check


Menperin: NZE Manufaktur Dimajukan ke 2050, Industri Hijau Harus Jadi Investasi Perbesar

Jakarta – Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menperin RI) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pemerintah memajukan target Net Zero Emission (NZE) sektor manufaktur dari 2060 menjadi 2050. Keputusan itu diambil agar industri Indonesia lebih siap menghadapi persaingan global dan memenuhi tuntutan pasar internasional terhadap produk hijau.

“Alasannya sederhana, kita ingin lebih cepat. Bukan negara kuat yang memakan negara lemah, melainkan negara yang cepat yang akan mengalahkan negara yang lambat. Karena itu, kita tetapkan target 2050 agar produk hijau Indonesia lebih siap bersaing di global market,” kata Agus usai membuka  The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 di Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Menurut Agus, percepatan ini juga mempertimbangkan kesiapan Indonesia dibandingkan dengan negara pesaing seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia. “Kalau kita lihat, justru kita lebih maju dari mereka. Itu sebabnya kita tetapkan target lebih cepat,” tambahnya.

Menperin menegaskan, transformasi menuju industri hijau tidak boleh dianggap sebagai beban biaya (cost), melainkan investasi jangka panjang. Pemerintah, lanjut Agus, tengah menyiapkan sejumlah skema agar transformasi tidak memberatkan industri.

“Kita siapkan konsep GISCO (Green Industry Special Cooperation) sebagai game changer. Nantinya akan ada insentif, termasuk cost recovery, serta pemanfaatan nilai ekonomi karbon yang bisa dinikmati industri ketika beralih ke produk hijau,” jelasnya.

Ia menambahkan, semakin cepat perusahaan masuk ke transformasi hijau, semakin besar peluang produk mereka diterima di pasar global yang kini mensyaratkan dekarbonisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menekankan peran krusial pemerintah daerah dalam mendorong ekonomi sirkular, khususnya terkait pengelolaan sampah.

“Semua sampah itu punya nilai. Oleh karena itu, ke depan penghargaan tidak hanya diberikan pada level provinsi, tapi juga akan menyasar pemerintah kota dan kabupaten sesuai kontribusi mereka dalam ekonomi sirkular,” ujar Agus.

Tahun ini, penghargaan daerah terbaik dalam implementasi industri hijau diberikan kepada Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, yang dinilai berhasil mendukung penerapan prinsip circular economy secara signifikan.

Baca Lainnya

Pemerintah Tingkatkan Kemudahan Berusaha demi Menarik Investasi dan Menciptakan Lapangan Kerja

15 May 2026 - 00:36 WIB

Gubernur Khofifah Luncurkan GPIPS 2026 di Sidoarjo, Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Nasional

13 May 2026 - 13:10 WIB

Gubernur Khofifah Paparkan Capaian Jatim, Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Pulau Jawa

13 May 2026 - 02:12 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis