Menu

Dark Mode
HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemprov Jatim Bebaskan Sejumlah Pajak dan Sanksi Administratif, Gubernur Khofifah: Ringankan Beban Masyarakat Akad Massal KPR Sejahtera Disaksikan Presiden Prabowo, Khofifah Pastikan Ekosistem Rumah Subsidi Jatim Terus Diperkuat Perkuat Stabilitas Harga Pangan, Gubernur Khofifah Kembali Gelar Pasar Murah di Kabupaten Tuban Dorong Transparansi dan Kepercayaan Publik, Kabiro Adpim Jatim Raih Award Kepemimpinan Komunikasi Inklusif 2026 Gubernur Khofifah: SR Terintegrasi Tuban Hadirkan Pendidikan Berkualitas dengan Fasilitas Lengkap dan Ekosistem Pendukung Festival Mangrove Jatim ke-10, Gubernur Khofifah Ajak Kolaborasi Jaga Pesisir dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Ekonomi & Bisnis

Mentan Amran Pastikan Stok Beras Nasional Aman Meski Ada Ancaman Kekeringan

badge-check


Mentan Amran Pastikan Stok Beras Nasional Aman Meski Ada Ancaman Kekeringan Perbesar

Jakarta, Petik — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengambil langkah antisipatif untuk menghadapi potensi kekeringan serta dinamika ketegangan geopolitik global yang dinilai dapat memengaruhi sektor pangan nasional.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta, guna memastikan ketersediaan pangan tetap aman bagi masyarakat. Pemerintah terus memantau kondisi produksi dan stok pangan nasional secara intensif agar kebutuhan domestik tetap terpenuhi.

Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, kondisi pangan nasional khususnya beras masih berada dalam situasi aman. Produksi beras tercatat berkisar antara 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan, sementara kebutuhan konsumsi nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan.

Total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai sekitar 27,99 juta ton. Jumlah tersebut berasal dari berbagai sumber, antara lain stok Perum Bulog sekitar 3,76 juta ton, cadangan di masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta potensi panen atau standing crop yang mencapai 11,73 juta ton.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan cadangan pangan nasional masih mencukupi untuk kebutuhan hingga sekitar 324 hari ke depan. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan pangan domestik relatif kuat sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi gangguan global maupun iklim.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, pemerintah juga menjalankan sejumlah program strategis, salah satunya melalui program pompanisasi yang sebelumnya telah menjangkau sekitar 1,2 juta hektare lahan pertanian dan akan diperluas hingga 1 juta hektare tambahan. Program ini bertujuan memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian saat musim kemarau.

Selain itu, pemerintah menyiapkan tambahan sistem irigasi perpompaan guna menjaga produktivitas lahan pertanian serta memastikan produksi pangan nasional tetap stabil meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian global.

Sumber: Infopublik.id

Baca Lainnya

HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemprov Jatim Bebaskan Sejumlah Pajak dan Sanksi Administratif, Gubernur Khofifah: Ringankan Beban Masyarakat

1 August 2026 - 02:37 WIB

Akad Massal KPR Sejahtera Disaksikan Presiden Prabowo, Khofifah Pastikan Ekosistem Rumah Subsidi Jatim Terus Diperkuat

31 July 2026 - 08:07 WIB

Perkuat Stabilitas Harga Pangan, Gubernur Khofifah Kembali Gelar Pasar Murah di Kabupaten Tuban

31 July 2026 - 02:42 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis