Menu

Dark Mode
Jaga Stabilitas Harga Pangan, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah dan Perkuat Intervensi Pengendalian Inflasi Presiden Ingatkan Siswa Sekolah Rakyat untuk Belajar Tekun demi Masa Depan yang Lebih Baik Meutya Hafid Dinobatkan sebagai Tokoh Perempuan Berpengaruh dalam Kepemimpinan Teknologi Global Nilai-Nilai Pancasila dan Budaya Nusantara Didorong Menjadi Fondasi Penguatan Karakter Bangsa Pemerintah Fokus Tingkatkan Keamanan dan Kesejahteraan PMI Perempuan melalui Program Berbasis Masyarakat Sistem Terjadwal SPMB di Ngawi Dapat Apresiasi Gubernur Khofifah karena Permudah Calon Murid dan Orang Tua

Sosial & Budaya

Pemerintah Fokus Tingkatkan Keamanan dan Kesejahteraan PMI Perempuan melalui Program Berbasis Masyarakat

badge-check


Pemerintah Fokus Tingkatkan Keamanan dan Kesejahteraan PMI Perempuan melalui Program Berbasis Masyarakat Perbesar

Jakarta, Petik – Pemerintah terus memperkuat perlindungan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) perempuan melalui sinergi antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI). Kolaborasi ini diarahkan untuk memastikan perlindungan yang lebih komprehensif, tidak hanya bagi pekerja migran perempuan, tetapi juga bagi keluarga mereka hingga ke tingkat desa.

Upaya perlindungan dilakukan secara menyeluruh sejak tahap persiapan keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, hingga proses kepulangan ke daerah asal. Langkah tersebut dinilai penting karena pekerja migran perempuan masih menjadi kelompok terbesar dalam penempatan PMI Indonesia dan rentan menghadapi berbagai persoalan, seperti kekerasan berbasis gender, eksploitasi tenaga kerja, hingga tindak pidana perdagangan orang.

Selain memberikan perhatian kepada pekerja migran, pemerintah juga fokus pada perlindungan anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya bekerja di luar negeri. Anak-anak tersebut perlu mendapatkan dukungan yang memadai agar hak mereka atas pendidikan, kesehatan, pengasuhan yang layak, serta perlindungan dari berbagai risiko sosial dan digital tetap terpenuhi.

Sebagai bagian dari penguatan perlindungan, kedua kementerian akan mengoptimalkan berbagai program berbasis masyarakat yang dapat menjangkau calon pekerja migran perempuan secara langsung. Program tersebut mencakup edukasi mengenai migrasi yang aman, akses terhadap layanan perlindungan, mekanisme pengaduan, hingga penguatan kapasitas ekonomi keluarga pekerja migran.

Pemerintah juga mendorong pengembangan program pemberdayaan di desa-desa yang menjadi kantong pekerja migran. Melalui pendekatan tersebut, pendampingan kepada PMI perempuan dan keluarganya dapat dilakukan secara lebih efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan sistem perlindungan yang lebih kuat bagi pekerja migran perempuan serta keluarganya. Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan penempatan pekerja migran tidak hanya diukur dari kontribusi ekonomi yang dihasilkan, tetapi juga dari terjaminnya kesejahteraan, keamanan, dan kualitas hidup keluarga yang ditinggalkan.

Sumber: InfoPublik.id

Baca Lainnya

Presiden Ingatkan Siswa Sekolah Rakyat untuk Belajar Tekun demi Masa Depan yang Lebih Baik

8 June 2026 - 00:50 WIB

Meutya Hafid Dinobatkan sebagai Tokoh Perempuan Berpengaruh dalam Kepemimpinan Teknologi Global

8 June 2026 - 00:46 WIB

Nilai-Nilai Pancasila dan Budaya Nusantara Didorong Menjadi Fondasi Penguatan Karakter Bangsa

8 June 2026 - 00:43 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya