Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Detail Plan dan Macro Policy dalam Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Pendapatan Daerah Tembus Rp29,88 Triliun, Gubernur Khofifah Tegaskan Pengelolaan Keuangan Jatim Tetap Akuntabel dan Transparan Gubernur Khofifah Launching Kakak Tangguh, Wujudkan Gerakan Satu Keluarga Satu Sarjana Berkualitas di Jawa Timur Raih Peringkat Pertama Nasional di Semua Kategori SCImago 2026, RSUD Dr. Soetomo Jadi Kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia Gubernur Khofifah: Perempuan Tarekat Adalah Ujung Tombak Penguatan Spiritual, Pendidikan Karakter, dan Solusi Problematika Sosial Gubernur Khofifah Sebut Munas-Konbes NU 2026 Jadi Forum Strategis Merumuskan Solusi Keagamaan dan Kebangsaan di Tengah Tantangan Zaman

Sosial & Budaya

Pemerintah Targetkan 500.000 Anak Miskin Terjangkau Pendidikan Gratis lewat Sekolah Rakyat

badge-check


Pemerintah Targetkan 500.000 Anak Miskin Terjangkau Pendidikan Gratis lewat Sekolah Rakyat Perbesar

Jakarta – Pemerintah mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat berbasis asrama dengan kurikulum holistik yang akan mulai beroperasi pada Juli 2025. Program itu dirancang untuk menjangkau 500.000 anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem hingga 2029, sekaligus menjadi tulang punggung strategi pengentasan kemiskinan berbasis data Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menjelaskan, konsep boarding school dipilih untuk memberikan lingkungan pendidikan terpadu.

“Sekolah Rakyat bukan sekadar gratis, tapi menyediakan ekosistem lengkap: asrama, fasilitas olahraga, tempat ibadah, dan kurikulum yang membangun karakter,” tegasnya dalam Diskusi Redaksi bertajuk “Sekolah Tanpa Sekat: Menembus Batas Lewat Sekolah Rakyat” yang digelar Direktorat Ekosistem Media Dirketorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), di Jakarta, Rabu (25/6/2025) malam.

Kurikulum Tiga Tahap dan Fasilitas Terpadu

Wamensos menjelaskan, setiap sekolah dibangun di atas lahan minimal 8,5 hektare dengan fasilitas terpadu untuk jenjang SD-SMA. Kurikulum dirancang dalam tiga pilar.

Pertama mulai dari program persiapan yang menyangkut pemetaan bakat (talent mapping) dan pembekalan fisik-mental siswa.

Kedua program akademik yang berisi pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler berbasis kompetensi.

Serta terakhir dengan penguatan karakter lewat pendidikan spiritualitas, nasionalisme, dan keterampilan bahasa.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar akademis, tapi juga berakhlak dan punya semangat kebangsaan,” tambah Agus Jabo.

Skala Nasional Berbasis Data DTSEN

Program itu lanjutnya, mengandalkan akurasi DTSEN sebagai basis penargetan. Kemensos telah memverifikasi data melalui 34.000 pendamping PKH untuk memastikan tepat sasaran.

“Kami targetkan 100 sekolah pertama di Juli 2025 untuk 9.755 siswa, lalu ekspansi ke 514 kabupaten/kota,” jelasnya.

Pemerintah juga memanfaatkan 122 BLK Kemnaker dan 45 gedung pemda untuk percepatan pembangunan.

Menurut Agus Jabo, program itu sejalan dengan target Presiden Prabowo: nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026 dan kemiskinan nasional di bawah 5 persen pada 2029.

Data BPS 2024 menunjukkan 74,51 persen kepala keluarga miskin ekstrem berpendidikan SD ke bawah, sementara Susenas 2021 mencatat 76 persen anak putus sekolah karena ekonomi.”Dengan Sekolah Rakyat, kami putus siklus ini,” tegas Agus Jabo.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Launching Kakak Tangguh, Wujudkan Gerakan Satu Keluarga Satu Sarjana Berkualitas di Jawa Timur

22 June 2026 - 06:56 WIB

Raih Peringkat Pertama Nasional di Semua Kategori SCImago 2026, RSUD Dr. Soetomo Jadi Kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia

22 June 2026 - 02:56 WIB

Gubernur Khofifah: Perempuan Tarekat Adalah Ujung Tombak Penguatan Spiritual, Pendidikan Karakter, dan Solusi Problematika Sosial

21 June 2026 - 12:32 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya