Menu

Dark Mode
Melalui Program Sapa Bansos 2026, Gubernur Khofifah Dorong Pengentasan Kemiskinan dan Kemandirian Masyarakat Kota Probolinggo Pemerintah Perkuat Pemberdayaan dan Ekonomi Desa demi Menekan Jumlah Desa Tertinggal di Indonesia BMKG Perkirakan Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang, Sektor Pertanian Diminta Bersiap Stabilitas Ekonomi dan Penguatan Investasi Jadi Fokus Pemerintah dalam Menopang Pertumbuhan Nasional IHSG Rebound Kuat Setelah Tekanan Pasar, Investor Sambut Positif Langkah Regulator Gubernur Khofifah Buka Peluang Santri Jawa Timur Kuliah STEM dan Al-Azhar Mesir Melalui Beasiswa LPPD 2026

Politik & Pemerintahan

Pengamat: Pidato Presiden Prabowo di PBB Tunjukkan Posisi Strategis Indonesia di Kancah Global

badge-check


Pengamat: Pidato Presiden Prabowo di PBB Tunjukkan Posisi Strategis Indonesia di Kancah Global Perbesar

Jakarta – Kehadiran Presiden Prabowo Subianto untuk berpidato dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 PBB kali ini patut diapresiasi. Pasalnya, PBB menilai diplomasi Indonesia selama ini konsisten memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang dan terbelakang yang tergabung dalam aliansi Selatan-Selatan atau Global South. Sikap ini juga menunjukkan posisi politik bebas aktif Indonesia yang mengedepankan multilateralisme, keadilan, dan perdamaian.

“Di era yang penuh ketidakpastian dan penuh konflik, tidak ada satu negara pun yang mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Bukan zamannya lagi bergantung pada 1 atau 2 negara. Untuk itu Indonesia harus terus membuka diri dengan menjalin aliansi dengan negara-negara mana pun, tentu dengan tetap memperjuangkan kepentingan nasional kita,” ujar Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia, Emir Chairullah, saat dihubungi, Senin (22/9/2025).

Menurut doktor ilmu politik dan HI lulusan University of Queensland, Australia, pidato Presiden di PBB ini semakin menunjukkan posisi strategis Indonesia di percaturan global. Tak lama Prabowo Subianto dilantik sebagai Presiden, Oktober 2024, Indonesia langsung bergabung ke aliansi BRICS (Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan). Aliansi ini merupakan poros kekuatan politik ekonomi baru selain Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara Arab Teluk.

Namun di satu sisi, Emir menambahkan, Indonesia juga terus memproses aksesi keanggotaan di OECD (Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan). Organisasi ini merupakan didirikan oleh negara-negara maju dan keanggotaannya harus memenuhi kriteria GDP tertentu, pendapatan kapita tinggi, tata kelola pemerintahan baik dan transparan serta indeks pembangunan manusia yang tinggi. “Indonesia disambut baik di kedua aliansi ini. Tekanan AS tidak menyurutkan posisi kita di BRICS,” jelasnya.

Satu hal, Emir berharap isi pidato Presiden menegaskan kedaulatan Palestina dan menghentikan agresi Israel ke Gaza serta wilayah sekitarnya. Hal ini sebagai pesan untuk menguatkan negara-negara besar seperti Inggris, Prancis, Jerman, Kanada, Australia – yang mendukung Palestina – agar menekan AS tidak lagi memveto keputusan genjatan senjata Palestina-Israel. Termasuk, mendukung Deklarasi New York Majelis Umum PBB 12 September 2025 tentang Two State Solutions bagi kedaulatan bangsa Palestina yang didukung 142 negara.

Bagi Emir Chairullah, semangat keadilan, kerja sama multilateral, dan perdamaian inilah yang ingin disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya nanti.

Menurut rencana, Presiden Prabowo Subianto, dijadwalkan menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025) pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 20.00 WIB.

Berdasarkan keterangan tertulis Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Presiden Prabowo akan menjadi pembicara ketiga setelah Presiden Brasil Luiz InĂ¡cio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kehadiran ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kunjungan kerja Presiden ke Amerika Serikat.

Kehadiran Presiden Prabowo di forum global ini sekaligus mempertegas komitmen Indonesia terhadap perdamaian, kerja sama internasional, serta pembangunan yang berkeadilan bagi semua negara, khususnya negara-negara berkembang.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah: Momentum Hari Lingkungan Hidup Harus Perkuat Perubahan Perilaku Masyarakat

6 June 2026 - 09:00 WIB

Presiden Perkuat Konsolidasi Nasional Lewat Program MBG untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045

4 June 2026 - 01:09 WIB

Reformasi Tata Kelola dan Kultur Kerja Jadi Faktor Utama Kenaikan Indeks RB Kemenpora

3 June 2026 - 04:32 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan