Menu ✖

Dark Mode
Hadiri Senam Santri Aswaja di Malang, Gubernur Khofifah Ajak 6.000 Anak PAUD Cintai NKRI Dorong Branding Positif Pesantren, Founder SAKTI Indonesia Imbau Sediakan Kanal Pelaporan Aman Wujudkan Jatim Sehat lewat JKN Awards 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Akses Layanan Kesehatan Merata Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan UMKM, Koperasi, dan Investasi Gelar Pasar Murah ke-218 di Mojoagung, Gubernur Khofifah Ringankan Beban Pengeluaran Warga Jombang JATMAN Jombang Gelar Musyawarah Kubra Harlah ke-69 untuk Perkuat Konsolidasi Pengurus

Ekonomi & Bisnis

Pengendalian Lahan Sawah Diperkuat untuk Jaga Produksi Pangan

badge-check


Pengendalian Lahan Sawah Diperkuat untuk Jaga Produksi Pangan Perbesar

Jakarta, Petik – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus mengintensifkan upaya pengendalian alih fungsi lahan sawah sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan nasional. Langkah ini dilakukan melalui penguatan aturan, pengawasan tata ruang, serta penyelarasan data lahan pertanian secara nasional.

Menteri ATR/Kepala BPN menekankan pentingnya menekan laju konversi lahan sawah karena dapat mengancam ketersediaan pangan di masa mendatang. Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan fungsi lahan menjadi tantangan besar, terutama akibat kebutuhan pembangunan sektor non-pertanian seperti perumahan dan industri.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah memperketat kebijakan melalui revisi regulasi, termasuk penerapan Peraturan Presiden terbaru yang memperkuat perlindungan lahan sawah, khususnya yang telah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Lahan dalam kategori ini tidak boleh dialihfungsikan secara sembarangan, kecuali untuk kepentingan strategis tertentu.

Selain itu, pemerintah pusat juga memperkuat kendali atas tata ruang dengan mengambil sebagian kewenangan perubahan fungsi lahan dari pemerintah daerah. Kebijakan ini bertujuan agar proses perizinan lebih terkendali dan sejalan dengan kepentingan nasional, terutama dalam menjaga kawasan produksi pangan.

ATR/BPN juga mengintegrasikan data lahan sawah dilindungi (LSD) ke dalam sistem perencanaan tata ruang nasional. Upaya ini penting agar setiap kebijakan pemanfaatan lahan didasarkan pada data yang akurat dan valid, sehingga dapat meminimalkan potensi penyimpangan maupun konflik pemanfaatan ruang.

Di sisi lain, pemerintah mendorong kerja sama lintas sektor dengan melibatkan berbagai kementerian, pemerintah daerah, serta lembaga pengawasan. Pendekatan kolaboratif ini dianggap penting untuk memperkuat implementasi kebijakan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lahan sawah produktif.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah yakin pengendalian alih fungsi lahan sawah dapat berjalan lebih optimal. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan produksi pangan nasional, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Baca Lainnya

Gelar Pasar Murah ke-218 di Mojoagung, Gubernur Khofifah Ringankan Beban Pengeluaran Warga Jombang

1 November 2026 - 06:49 WIB

Gubernur Khofifah Optimis Produk UKM Jatim Mampu Bersaing dan Berjaya di Pasar Internasional

31 October 2026 - 08:08 WIB

Gubernur Khofifah Dekatkan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau Bagi Masyarakat Pacitan

27 October 2026 - 01:53 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis