Menu

Dark Mode
Gelar Pasar Murah di Ngawi, Gubernur Khofifah Perkuat Upaya Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga Pangan Film Animasi Garuda di Dadaku Bawa Pesan Positif tentang Kebersamaan dan Nasionalisme Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Internasional Bersama Eurasia untuk Mendukung Infrastruktur Rendah Emisi dan Berkelanjutan Menaker Dorong Peningkatan Kompetensi SDM dan Tata Kelola untuk Mendukung Ekosistem Ketenagakerjaan yang Adaptif Bappenas dan GGGI Perkuat Kemitraan Pembangunan Hijau melalui Peluncuran Green Indonesia Future Initiative Tinjau SMAN 4 dan SMKN 1 Madiun, Gubernur Khofifah Cek Langsung Pelaksanaan Verifikasi SPMB

Sosial & Budaya

Perkembangan AI Perlu Diimbangi Literasi Digital, Kata Wamenkomdigi

badge-check


Perkembangan AI Perlu Diimbangi Literasi Digital, Kata Wamenkomdigi Perbesar

Jakarta, Petik – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) menegaskan bahwa kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) harus diposisikan sebagai sarana pendukung, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia. Penegasan ini disampaikan untuk menekankan pentingnya peran manusia dalam mengendalikan serta memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

Wamenkomdigi menyampaikan bahwa pesatnya perkembangan AI menghadirkan peluang besar untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan inovasi di berbagai sektor, seperti pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan publik. Namun, pemanfaatan AI tanpa pemahaman yang memadai berpotensi mengurangi kemampuan berpikir kritis serta kreativitas manusia.

Ia menekankan bahwa pengambilan keputusan strategis, pertimbangan etis, dan penilaian moral harus tetap berada di tangan manusia. AI berfungsi sebagai alat bantu dalam pengolahan data dan analisis, tetapi tidak dapat menggantikan nalar, empati, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Wamenkomdigi juga menyoroti pentingnya penguatan literasi digital di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi AI. Masyarakat perlu dibekali pemahaman agar mampu memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, aman, dan beretika, sehingga teknologi tersebut benar-benar memberi manfaat bagi kehidupan sosial dan pembangunan nasional.

Selain peningkatan literasi, pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem digital yang sehat dan inklusif. Regulasi yang adaptif dan seimbang diperlukan untuk memastikan pemanfaatan AI sejalan dengan perlindungan data, keamanan informasi, serta kepentingan publik.

Dengan menempatkan manusia sebagai pusat pengendali teknologi, Wamenkomdigi berharap AI dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus mempercepat transformasi digital nasional secara berkelanjutan.

Dihimpun: Infopublik.id

Baca Lainnya

Film Animasi Garuda di Dadaku Bawa Pesan Positif tentang Kebersamaan dan Nasionalisme

6 June 2026 - 00:40 WIB

Tinjau SMAN 4 dan SMKN 1 Madiun, Gubernur Khofifah Cek Langsung Pelaksanaan Verifikasi SPMB

5 June 2026 - 12:26 WIB

Penguatan Jejak Peradaban Majapahit dan Kepahlawanan Jadi Fokus Pertemuan Gubernur Khofifah dengan Putra Bung Tomo

5 June 2026 - 06:29 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya