Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan Gubernur Khofifah Paparkan Proyeksi Pendapatan Jatim Rp26,4 Triliun, Dorong Penguatan Fiskal dan Digitalisasi Pajak Bawa 116 Anggota Kontingen ke MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Perkuat Dukungan untuk Kafilah Jatim Dari Sabang hingga Merauke Bersatu di AMN Surabaya, Gubernur Khofifah Teguhkan Peran Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 Gubernur Khofifah Kembali Raih Penghargaan PRIWOLA 2026, Dorong Komunikasi Pemerintah yang Terbuka dan Responsif Gubernur Khofifah Berangkatkan 116 Kafilah Jatim ke Semarang, Dorong Prestasi Nasional sekaligus Syiar Al-Qur’an

Ekonomi & Bisnis

Prabowo Sampaikan Langsung Kerangka Ekonomi Makro RAPBN 2027

badge-check


Prabowo Sampaikan Langsung Kerangka Ekonomi Makro RAPBN 2027 Perbesar

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Langkah ini menjadi perhatian karena sebelumnya agenda serupa umumnya dipaparkan oleh Menteri Keuangan.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa APBN bukan hanya sekadar dokumen keuangan negara, melainkan instrumen strategis untuk melindungi masyarakat, memperkuat fondasi ekonomi nasional, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pemerintah ingin memastikan bahwa kebijakan fiskal dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat luas.

Presiden juga menyoroti kondisi global yang saat ini dipenuhi ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi, mulai dari konflik internasional hingga perlambatan ekonomi dunia. Menurutnya, situasi tersebut turut memengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia sehingga diperlukan kebijakan fiskal yang adaptif namun tetap disiplin.

Dalam kerangka RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen sebagai bagian dari upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi jangka panjang sebesar 8 persen pada 2029. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen menjaga defisit anggaran tetap terkendali di bawah batas maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Presiden Prabowo menegaskan bahwa arah kebijakan fiskal pemerintah akan difokuskan pada penguatan ketahanan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, serta keberlanjutan program-program prioritas yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Sumber : Infopublik

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan

14 September 2026 - 01:42 WIB

Gubernur Khofifah Paparkan Proyeksi Pendapatan Jatim Rp26,4 Triliun, Dorong Penguatan Fiskal dan Digitalisasi Pajak

13 September 2026 - 10:00 WIB

Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun

8 September 2026 - 12:26 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis