Menu

Dark Mode
Pemprov Jatim Raih Penghargaan Best Policymaker dan Ecosystem Builders pada GARUDA AI Impact Summit 2026 Dua Penghargaan Nasional Diraih Gubernur Khofifah atas Keberhasilan Mendorong Ekonomi Daerah dan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan Pengakuan Dunia untuk Indonesia, Tiga Inovasi Digital Nasional Masuk Daftar Terbaik WSIS 2026 Pemerintah Dorong Investasi AI yang Menghasilkan Alih Pengetahuan dan Inovasi bagi Indonesia Investasi dan Hilirisasi Industri Kesehatan Diproyeksikan Perkuat Perekonomian Indonesia Pemerintah Tingkatkan Kolaborasi ATR/BPN dan Kejagung dalam Pemulihan Aset Pertanahan Bermasalah

Ekonomi & Bisnis

Prabowo Sampaikan Langsung Kerangka Ekonomi Makro RAPBN 2027

badge-check


Prabowo Sampaikan Langsung Kerangka Ekonomi Makro RAPBN 2027 Perbesar

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Langkah ini menjadi perhatian karena sebelumnya agenda serupa umumnya dipaparkan oleh Menteri Keuangan.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa APBN bukan hanya sekadar dokumen keuangan negara, melainkan instrumen strategis untuk melindungi masyarakat, memperkuat fondasi ekonomi nasional, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pemerintah ingin memastikan bahwa kebijakan fiskal dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat luas.

Presiden juga menyoroti kondisi global yang saat ini dipenuhi ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi, mulai dari konflik internasional hingga perlambatan ekonomi dunia. Menurutnya, situasi tersebut turut memengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia sehingga diperlukan kebijakan fiskal yang adaptif namun tetap disiplin.

Dalam kerangka RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen sebagai bagian dari upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi jangka panjang sebesar 8 persen pada 2029. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen menjaga defisit anggaran tetap terkendali di bawah batas maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Presiden Prabowo menegaskan bahwa arah kebijakan fiskal pemerintah akan difokuskan pada penguatan ketahanan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, serta keberlanjutan program-program prioritas yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Sumber : Infopublik

Baca Lainnya

Pemprov Jatim Raih Penghargaan Best Policymaker dan Ecosystem Builders pada GARUDA AI Impact Summit 2026

12 June 2026 - 10:07 WIB

Dua Penghargaan Nasional Diraih Gubernur Khofifah atas Keberhasilan Mendorong Ekonomi Daerah dan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan

12 June 2026 - 02:06 WIB

Investasi dan Hilirisasi Industri Kesehatan Diproyeksikan Perkuat Perekonomian Indonesia

12 June 2026 - 00:48 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis