Menu

Dark Mode
Jawa Timur Bergerak untuk NTT, Gubernur Khofifah Kerahkan Tim SAR dan Tenaga Kesehatan serta Siapkan Bantuan Logistik Gubernur Khofifah Ajak 76 Paskibraka Jatim Jadikan Tugas Negara sebagai Bekal Karakter dan Kepemimpinan Pasar Murah dan Pembagian Bendera Meriahkan HUT ke-81 RI, Gubernur Khofifah: Pemerintah Harus Hadir Investasi Baru di Surabaya, Gubernur Khofifah Dorong The Trans Luxury Hotel Perkuat Ekosistem Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ekspedisi 81 Hadirkan 500 Pendaki dan Tanam 500 Pohon di Arjuno, Gubernur Khofifah Tekankan Kedaulatan Ekologi Kado Kemerdekaan dari Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Gratiskan Trans Jatim pada 17 Agustus

Politik & Pemerintahan

RI Ajak Mauritania Tangani Isu Palestina

badge-check


RI Ajak Mauritania Tangani Isu Palestina Perbesar

Jakarta – Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengundang Mauritania untuk bersama-sama menangani isu Palestina dan konflik di kawasan Timur Tengah melalui kerangka Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Hal tersebut disampaikan Sugiono, saat menerima kunjungan perpisahan dari Duta Besar Mauritania Weddady Ould Sidi Haiba, melalui keterangan resmi, seperti dilansir laman Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Kamis (26/6/2025).

Sugiono  mengusulkan penguatan kerja sama dengan Mauritania dalam bidang perdagangan, investasi, pembangunan berkelanjutan dan sosial budaya serta mendukung saling kunjungan antar pejabat kedua negara.

Menlu RI  menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh Dubes Haiba selama masa tugasnya di Indonesia sejak 15 Februari 2024.

Dubes Haiba dinilai telah membina hubungan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Mauritania dengan baik.

Sebagai tanggapan, Dubes Haiba juga memberikan apresiasi dan mendukung peranan Indonesia dalam menangani isu Palestina di forum internasional.

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Mauritania memiliki arti penting mengingat Mauritania merupakan negara mayoritas Muslim yang memiliki potensi strategis sebagai hub ekonomi di kawasan Sahel, Afrika.

Selain itu, Mauritania juga merupakan salah satu negara penerima hibah Indonesia dalam skema kerja sama Selatan-Selatan.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Mauritania secara resmi dibuka melalui penandatanganan Joint Communique Concerning the Establishment of Diplomatic Relations di New York pada 26 September 2011.

Misi diplomasi Indonesia di Mauritania saat ini dirangkap oleh KBRI di Rabat, Maroko, yang dibantu oleh Konsul Kehormatan RI di Nouakchott, ibu kota Mauritania, sementara Mauritania telah membuka kedutaan besarnya di Jakarta sejak 2020.

Mauritania merupakan salah satu dari 57 negara anggota OKI yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

OKI adalah organisasi internasional yang anggotanya terdiri dari negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan bertujuan untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama antara negara anggota di berbagai bidang, serta melindungi kepentingan dan hak-hak umat Islam di seluruh dunia.

Baca Lainnya

Pendapatan Jatim Ditargetkan Rp26,49 Triliun dalam P-APBD 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Belanja Pelayanan Publik

12 August 2026 - 01:55 WIB

Gubernur Khofifah Terima Dubes Maroko di Grahadi, Buka Peluang Beasiswa hingga Investasi bagi Jawa Timur

4 August 2026 - 03:10 WIB

Lantik Enam Pejabat Baru, Gubernur Khofifah Dorong Percepatan Digitalisasi dan Penguatan Integritas Birokrasi

15 July 2026 - 01:49 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan