Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Dorong Jatim Jadi Powerhouse Perdagangan Nasional dalam Pertemuan di Kuala Lumpur Kemenhut dan Ford Foundation Dukung Pengakuan Hak Masyarakat Adat Pemerintah Perkuat Peran Sekolah Rakyat dalam Pemberdayaan Kemnaker Dorong Perlindungan Pekerja lewat Diskon Iuran 50 Persen Penguatan Kapasitas Perempuan Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional Gubernur Khofifah Dorong Perdagangan Global, Misi Dagang Jatim-Malaysia Tembus Rp15,25 Triliun

Ekonomi & Bisnis

Rupiah Mendekati Rp17.000, LPS Nilai Pelemahan Sementara

badge-check


Rupiah Mendekati Rp17.000, LPS Nilai Pelemahan Sementara Perbesar

Jakarta — Nilai tukar rupiah sempat mengalami tekanan dan bergerak mendekati level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat. Namun, otoritas moneter menilai pelemahan tersebut bersifat sementara dan optimistis rupiah akan kembali menguat seiring membaiknya sentimen pasar serta kuatnya fundamental ekonomi nasional.

Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih dipengaruhi faktor eksternal, terutama dinamika ekonomi global dan kebijakan moneter negara maju. Menurutnya, kondisi tersebut tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi Indonesia.

“Pelemahan rupiah lebih disebabkan oleh faktor global. Fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat dan stabil,” ujar Purbaya.

Ia menegaskan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga, ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang solid, inflasi yang terkendali, serta ketahanan sistem keuangan nasional. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi pemulihan dan penguatan nilai tukar rupiah ke depan.

Purbaya juga menilai langkah-langkah kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia bersama pemerintah sudah berada di jalur yang tepat. Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dinilai efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta mempertahankan kepercayaan pelaku pasar.

Dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat dan respons kebijakan yang terukur, Purbaya optimistis pergerakan rupiah akan kembali stabil dan menguat seiring meredanya tekanan global dan meningkatnya keyakinan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Sumber: AntaraNews.com

Baca Lainnya

Kemnaker Dorong Perlindungan Pekerja lewat Diskon Iuran 50 Persen

30 April 2026 - 01:10 WIB

Penguatan Kapasitas Perempuan Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional

30 April 2026 - 00:58 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Perdagangan Global, Misi Dagang Jatim-Malaysia Tembus Rp15,25 Triliun

29 April 2026 - 12:35 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis