Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Apresiasi Mega Science Center Jatim Park, Hadirkan Ruang Belajar Interaktif Berbasis AI dan STEM Dari Takziah hingga Pendampingan Pendidikan, Gubernur Khofifah Pastikan Keluarga Korban KM Virgo Mendapat Dukungan Gubernur Khofifah: Transportasi Publik Hubungkan Masyarakat dengan Peluang, Trans Jatim Digratiskan Saat Harhubnas Gubernur Khofifah Apresiasi Perjalanan SBY dari Pengabdian hingga Berkarya melalui Seni Lukis untuk Indonesia Gubernur Khofifah dan Unhan RI Perkuat Kerja Sama, Sinergikan Sains, Ketahanan Pangan, dan Mitigasi Bencana Gubernur Khofifah Usulkan Penguatan Kebijakan LP2B, Pastikan Ketahanan Pangan dan Industrialisasi Berjalan Beriringan

Ekonomi & Bisnis

Satu Tahun Capai Swasembada, Ketahanan Pangan Indonesia Terus Menguat

badge-check


Satu Tahun Capai Swasembada, Ketahanan Pangan Indonesia Terus Menguat Perbesar

Jakarta — Indonesia menorehkan capaian penting dalam pembangunan nasional dengan berhasil mencapai swasembada pangan pada 2025. Prestasi ini diraih jauh lebih cepat dari target awal pemerintah yang menetapkan waktu empat tahun, karena berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun.

Momentum bersejarah tersebut ditandai melalui kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 yang digelar di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini menjadi simbol keberhasilan Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan pilar utama kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Menurut Presiden, suatu negara tidak dapat disebut benar-benar merdeka apabila kebutuhan pangan rakyatnya masih bergantung pada negara lain.

“Tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika tidak mampu menyediakan pangan bagi rakyatnya. Ketergantungan pangan kepada bangsa lain melemahkan kemandirian negara,” tegas Presiden.

Keberhasilan swasembada pangan 2025 tercermin dari berbagai indikator utama sektor pertanian nasional. Produksi beras nasional pada 2025 tercatat mencapai 34,71 juta ton, meningkat 4,09 juta ton atau sekitar 13,36 persen dibandingkan tahun 2024. Kenaikan produksi tersebut menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton, sehingga sepanjang 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi.

Selain itu, stok beras Perum Bulog pada akhir 2025 mencapai 3,24 juta ton dan sempat menembus 4,2 juta ton, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan cadangan pangan nasional. Kondisi ini memperkuat posisi cadangan beras pemerintah sekaligus memberikan ruang kebijakan yang lebih stabil dalam menjaga pasokan dan harga di dalam negeri.

Dampak positif swasembada pangan juga dirasakan langsung oleh petani. Nilai Tukar Petani (NTP) pada 2025 tercatat sebesar 125,35, tertinggi dalam 25 tahun terakhir, yang mencerminkan meningkatnya daya beli dan kesejahteraan petani.

Dari sisi perdagangan, sektor pertanian nasional menunjukkan kinerja ekspor yang mengesankan. Nilai ekspor pertanian pada periode Januari hingga Oktober 2025 mencapai Rp629,7 triliun, tumbuh 33,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan daya saing pertanian Indonesia yang semakin kuat di pasar global.

Pemerintah menegaskan bahwa swasembada pangan 2025 bukan merupakan titik akhir, melainkan fondasi untuk memperkuat kemandirian nasional secara berkelanjutan. Ke depan, pemerintah berkomitmen menjaga kesinambungan produksi, memperluas swasembada ke komoditas strategis lainnya, serta memastikan manfaat pembangunan pertanian dirasakan secara merata oleh petani, nelayan, dan masyarakat luas.

(BPMI Setpres)

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan

14 September 2026 - 01:42 WIB

Gubernur Khofifah Paparkan Proyeksi Pendapatan Jatim Rp26,4 Triliun, Dorong Penguatan Fiskal dan Digitalisasi Pajak

13 September 2026 - 10:00 WIB

Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun

8 September 2026 - 12:26 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis